background img
Leaderboard BJB 2018
Untuk Lunasi Utang, Malaysia Akan Pungut Pajak Baru

Untuk Lunasi Utang, Malaysia Akan Pungut Pajak Baru

KUALA LUMPUR   - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, Selasa (9/10), menyatakan negaranya akan menerapkan pajak baru dan menjual aset-aset seperti tanah untuk membayar utang negara. Mahathir, yang menang secara mengejutkan dalam pemilu 9 Mei lalu, menyalahkan pemerintahan sebelumnya di bawah Najib Razak karena membuat negara itu terlilit utang besar, termasuk dari perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Pemerintah Malaysia sedang mencari sumber pendapatan baru untuk menutupi kekurangan setelah penghapusan pajak barang dan jasa (GST) yang tidak populer. “Kami mungkin harus merancang pajak baru agar mendapatkan uang untuk membayar pajak kami,” kata Mahathir dalam sebuah konferensi investor di Kuala Lumpur.

“Hal lain yang bisa kita lakukan adalah menjual aset kami. Tanah salah satunya, lebih dari itu mungkin kami harus menjual beberapa aset berharga untuk mengumpulkan dana pembayaran utang,” tambah Mahathir tanpa menjelaskan lebih rinci aset-aset lain yang dimaksud.

Senada dengan itu, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan pemberlakuan pajak baru demi membantu mengumpulkan dana untuk pembayaran utang nasional akibat kasus korupsi di pemerintahan sebelumnya. Lim mengatakan pemerintah membutuhkan tiga tahun untuk menyelesaikan kesulitan fiskal sebesar lebih dari 1 triliun ringgit Malaysia (Rp 3.664 triliun) utang dan 35 miliar ringgit (Rp 128 triliun) dari pajak tidak terbayarkan yang tidak terungkap dari pemerintah sebelumnya.

“Konsolidasi fiskal tidak akan tercapai dengan mudah dan kita harus bersedia untuk mendapatkan rasa sakit bahkan memberikan sejumlah pengorbanan. Kita mungkin memerlukan tiga tahun untuk menyelesaikan persoalan fiskal ini,” kata Lim.

Pemberlakuan pajak baru ini akan diumumkan dalam anggaran federal tahun 2019 dan akan diresmikan pada 2 November 2018. Terkait hal itu, PM Mahathir menambahkan persoalan fiskal telah mengubah Malaysia dari seekor “macan Asia” menjadi “anak kucing”.

“Ini akan sangat sulit bagi pemerintah karena mewarisi negara yang benar-benar kehilangan arah,” kata Mahathir. [Reuters/AP/Straits Times/Free Malaysia Today/SP]

Berita Lainnya
IKLAN BREBES 4 BREBES 5 square 3 KPU KAB. PURWAKARTA
beboop BANASPATI PMI brebes
Pengumuman KPU Kota Malang Pengumuman KPU Kab. Tegal brebes