background img
bank bjb
Aksi Bersama untuk Hari Kusta Sedunia 2020

Aksi Bersama untuk Hari Kusta Sedunia 2020

TOKYO, -- Sasakawa Health Foundation telah mengawali kampanye media sosial pertama dan satu-satunya bersama sejumlah lembaga yang menaungi penderita kusta.
Sebanyak 17 lembaga kemasyarakatan di 16 negara berkolaborasi dan memakai logo serta slogan bersama untuk meningkatkan kesadaran publik tentang penyakit kusta lewat Facebook dan beberapa platform lain. Kampanye ini dilakukan menjelang Hari Kusta Sedunia pada 26 Januari 2020. Program tersebut dikoordinasi dan didukung Sasakawa Health Foundation, sebuah yayasan yang berbasis di Tokyo, Jepang.               

Kusta juga disebut penyakit Hansen, dan merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang kulit dan sistem saraf tepi (peripheral nerve). Lebih dari 200.000 kasus baru dilaporkan di seluruh dunia setiap tahun. Meski sepenuhnya bisa disembuhkan, penyakit ini mengakibatkan cacat permanen jika tidak diobati dan terus mengalami stigmatisasi di banyak belahan bumi.

Kampanye ini memakai slogan "Dunia yang Bebas Penyakit Hansen dengan Pengetahuan dan Kasih" ("A Hansen's Disease-Free World with Knowledge and Love") serta tagar #WHDD2020. Aksi bersama untuk Hari Kusta Sedunia 2020 dirintis dari sejumlah pertemuan regional yang diikuti lembaga-lembaga kemasyarakatan yang menaungi penderita kusta di Afrika, Asia, dan Amerika Latin pada 2019. Serangkaian pertemuan tersebut, bersama Forum Global yang digelar di Manila pada September 2019, diselenggarakan oleh Office of Joint Program on Hansen's Disease (Leprosy), Sasakawa Health Foundation serta The Nippon Foundation.

Bersama The Nippon Foundation, Sasakawa Health Foundation telah mengupayakan dunia tanpa kusta selama lebih dari 45 tahun. Yohei Sasakawa, Chairman, The Nippon Foundation, juga menjabat Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2001. Lewat jabatan ini, Yohei Sasakawa telah mengunjungi sekitar 100 negara endemik kusta.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua lembaga kian menitikberatkan penanganan sejumlah konsekuensi sosial dan ekonomi dari penyakit kusta. Yohei Sasakawa, Chairman, The Nippon Foundation, dan Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memimpin berbagai upaya untuk menjadikan kusta sebagai isu hak azasi manusia. Upaya ini menghasilkan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang "Pemberantasan diskriminasi terhadap penderita kusta dan anggota-anggota keluarganya" pada 2010. Sejak itu, kedua lembaga terus memimpin langkah-langkah untuk menyingkirkan stigma dan diskriminasi yang berhubungan dengan kusta. Kedua yayasan juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang menaungi penderita kusta dan mitra-mitra lainnya.

Mengomentari aksi bersama ini, Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, WHO, Yohei Sasakawa, berkata: "Kami bangga menyaksikan sejumlah lembaga yang menaungi penderita kusta di negaranya masing-masing giat berkolaborasi dengan mitra-mitra kerja di luar negeri. Jika bekerja sendiri-sendiri, hasilnya kurang maksimal. Namun, aksi bersama akan menghasilkan karya yang baik. Saya sangat gembira atas dukungan yang diberikan Sasakawa Health Foundation untuk inisiatif ini."

Office of Joint Program on Hansen's Disease (Leprosy), Sasakawa Health Foundation dan The Nippon Foundation tetap berkomitmen untuk berkolaborasi dengan WHO, pemerintah di setiap negara, dan lembaga-lembaga mitra demi mewujudkan dunia tanpa penyakit kusta, serta stigma dan diskriminasi yang disebabkannya.(spn/prn).

Berita Lainnya
radio  thomson bank bjb bawah iklan umroh astra motor