background img
Leaderboard BJB 2018
Cina Tempatkan Sistem Pertahanan di Laut Cina Selatan

Cina Tempatkan Sistem Pertahanan di Laut Cina Selatan

CINA - Juru bicara Departemen Luar Negeri Cina, Lu Kang mengkonfirmasikan penempatan sistem pertahanan negara ini di Laut Cina Selatan.

Menurut Lu Kang menempatkan sistem pertahanan di wilayah terotirialnya untuk riset kelautan, penyelamatan, dan penjagaan keamanan pelayaran. Filipina baru-baru ini menyatakan Cina tengah menempatkan peralatan sistem pertahanan di Laut Cina Selatan dan kepulauan yang disengketakan dengan negara kawasan.

Sementara itu, Filipina dan sejumlah negara lain termasuk Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam dan Taiwan memiliki friksi dengan Beijing terkait kepemilikan sejumlah pulau di kawasan Laut Cina Selatan.

Penempatan sistem pertahanan Cina di Laut Cina Selatan cenderung sebagai respon atas langkah terbaru AS menempatkan sistem anti rudalnya di Korea Selatan serta kesepakatan dnegan pemerintah Tokyo untuk menempatkan sistem pertahan nasional AS di Jepang ketimbang berkaitan dengan friksi Beijing soal kepemilikan pulau yang disengketakan.

Pemerintah Beijing berulang kali memperingatkan Seoul dan Tokyo akan dampak penempatan sistem anti rudal AS di kawasan dan menekankan negara-negara kawasan jangan menyeret kawasan ke arah perdamaian dingin demi kebujakan regional Amerika. Karena ketika kawasan Asia Timur semakin terseret ke arah militerasi maka rasa saling curiga di antara negara regional juga semakin tinggi. Meski demikian Amerika mencitrakan dirinya tidak memiliki permusuhan khusus dengan Cina dan malah menyebut Beijing sebagai mitra.

Robert Gates mantan menteri pertahanan Amerika mengatakan, "AS tidak menilai Cina sebagai musuh strategis, tapi negara ini mitra di sejumlah bidang dan rival di bidang lain, serta menekankan bahwa harus dibentuk rasa saling percaya di antara kedua negara."

Salah satu kekhawatiran penting Cina adalah upaya Amerika membentuk persekutuan militer di kawasan yang melibatkan Australia, India, Korea Selatan dan Jepang. Persekutuan militer ini dapat juga disebut sebagai NATO kecil di Asia Timur. Ini artinya Beijing sangat sensitif jika Amerika tengah memblokade Cina dan membatasinya di perbatasan. Dengan demikian negara sedang berencana memperkuat sistem pertahanan sehingga mampu memperkokoh posisi militernya di kawasan.

Daniel Twinning, penulis dan pengamat isu internasional mengatakan, di Asia Timur, Amerika berjanji akan tetap berdiri di samping sahabatnya dan tidak akan menyerahkan kepemimpinan kepada kekuatan lain. Oleh karena itu, Amerika pendekatan Amerika bergeser dari Timur Tengah ke arah Asia Timur dan hal ini membuat khawatir negara-negara kawasan yang menentang kebijakan Washington.

Untuk saat ini, Cina membenarkan penempatan sistem pertahanannya di Laut Cina Selatan yang tengah menghadapi kendala keamanan serius dari AS, Jepang dan bahkan Korea Selatan. Selain itu, Amerika dengan memanfaatkan peluang friksi yang ada, mulai menggalang kerja sama keamanan dengan negara-negara kawasan Laut Cina Selatan seperti Vietnam dan Filipina sehingga mampu memperkuat posisi militernya di perairan sekitar Cina. Kondisi ini semakin membuat Cina khwatir atas masa depan transformasi keamanan regional. (MF)

Berita Lainnya
IKLAN BREBES 4 BREBES 5 BREBES 3
beboop BANASPATI PMI
Square bawah 9 Square bawah 9 Square bawah 11