background img
Leaderboard BJB 2018
Wow..!!! Ada Video Adegan Ciuman di Lobi Antrian RS.Siloam Purwakarta

Wow..!!! Ada Video Adegan Ciuman di Lobi Antrian RS.Siloam Purwakarta

PURWAKARTA,- Warga yang akan mengambil obat di Rumah Sakit Siloam di hebohkan dengan adegan tayangan sebuah adegan video ciuman yang di suguhkan di ruang Lobi antrian pengambilan obat Rs.Siloam.

Salah seorang pasien yang sedang antri untuk mengambil obat merasa kaget melihat satu adegan video ciuman tersebut.

"Saya lagi antri untuk ambil obat, di ruang tunggu banyak anak2 dari usia 4 tahun sampai usia 15 tahun,  saya kaget ada video ciuman yang menurut saya tidak layak di konsumsi ke Publik,"ungkap Pipin,Senin,(26/11/2018)

Dikatakan,sangat disayangkan, ini bentuk keegoisan mereka enggak peduli (RS Siloam), mereka enggak tahu efek jangka panjang yang bakal dialami sama anak.

"Kenapa Rumah sakit Siloam Purwakarta menayangkan Video Ciuman, di lobi tunggu antrian Pengambilan Obat,"ungkapnya.

Saat dimintai komentarnya terkait hal ini,Ketua DPRD kabupaten Purwakarta Sarip hidayat menyayangkan munculnya video Orang asing lagi berciuman, pihak rumah sakit Siloam harus secepatnya menghapus, agar animo masyarakat tidak negatif terhadap RS Siloam,

,"Yang jelas itu tidak layak untuk di pertontonkan, ujarnya.

Sementara,Psikolog anak Monica Sulistiawati, mengatakan menonton film atau tayangan yang tidak sesuai dengan usia dalam jangka panjang akan memberikan dampak pada anak.

Secara garis besar, Monica menjelaskan ada dua dampak besar yang bakal dialami anak yakni dampak pada area kognitif dan pada perilaku.

Menurutnya film atau tayangan yang tidak atau belum sesuai dengan taraf kematangan kognitif anak, akan menyebabkan anak bingung terkait konten yang ia tonton. Akibatnya, rasa ingin tahu anak memuncak.

"Anak dapat saja terdorong untuk memenuhi rasa ingin tahunya dan jika tidak ada yang mendampingi, anak dapat memperoleh pemahaman yang keliru," ujarnya.

Kemudian dampak pada perilaku, ia melanjutkan, kebingungan dan rasa ingin tahu mendorong anak untuk mencoba melakukan tindakan berdasarkan informasi yang ia peroleh dari film atau tayangan yang ditonton.

Monica memberikan contoh adegan ciuman bibir pada aktor dan aktris film. Adegan ini, ia melanjutkan, tentu tidak untuk ditirukan anak-anak.

Lebih lanjut lagi, ia berkata, perilaku yang keliru akan berkembang menjadi kebiasaan jika dibiarkan.

Kebiasaan yang bertahan dapat tumbuh menjadi bagian dari kepribadian. Monica menambahkan kebiasaan yang salah, membuat anak tumbuh dengan kepribadian negatif.pungkasnya

Saat dikonfirmasi pihak Rumah Sakit Siloam Purwakarta,melalui Kepala Divisi bisnis dan perkembangan bisnis,Nita Hanjani Dewi mengatakan,Video gags atau just for laugh itu bawaan dari sistem antrian, sebelumnya sudah kami pilih beberapa yang Aman karena sebelumnya sudah Ada masukan juga Ada yg berpakaian kurang sopan, tapi waktu perubahan sistem ,ke luar semua lagi, sekarang format antrian sudah penuh ,karena Poli sudah banyak.

Sehingga tidak Ada space lagi untuk video , sebelumnya beberapa video juga sudah di rubah menjadi edukasi emergency.

Lebih lanjutnya dikatakan, Otomatis program tapi bisa di kontrol dari unit ( dari tim IT kami ), Tim IT terlalu fokus ke sistem antriannya,lupa kontrol videonya, Kami tidak tahu kapan berubahnya lagi,karena sistem antrian beberapa Kali diganti. Sebelumnya beberapa video juga sudah di rubah menjadi edukasi emergency

"mohon maaf atas ketidak nyamanannya,terima kasih atas informasi yg cepat sehingga kami dapat segera memperbaikinya,"ungakpanya,Selasa,(28/11/2018) kepada awak media.

Berita Lainnya
IKLAN BREBES 4 BREBES 5 square 3 iklan madan caleg
beboop BANASPATI PMI brebes
Pengumuman KPU Kota Malang amanah umah iklan motor Jamsostek nebeng