background img
bank bjb
Cafe Aswaja Milenial, Upaya Gaet Kaum Muda Cinta Agama

Cafe Aswaja Milenial, Upaya Gaet Kaum Muda Cinta Agama

BREBES -- Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Provinsi Jawa Tengah mengajak kaum muda milenial untuk mempelajari agama secara menyeluruh. Ajakan tersebut, dikemas dalam bingkai kegiatan Cafe Aswaja Milenial, di Kanzul Ilmi Center (KIC) Bumiayu, Brebes, Selasa (29/1).
“Cafe Aswaja Milenial, diharapkan bisa menjadi  penyegaran dan benteng akidah kaum milenial,” terang Wakil Ketua PW LDNU Jawa Tengah DR H Ahmad Najib Afandi disela kegiatan.

Menurut Gus Najib, demikian panggilan akrabnya, bahwa makin maraknya aliran dan paham keagamaan yang ´dibungkus` dengan Ahli sunnah wal jamaah (aswaja), ternyata menyesatkan kaum muda. Untuk itu perlu dibentengi sejak dini.
Gus Najib yang juga Pengasuh Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes menilai  paham dan aliran baru yang beredar dan berkembang saat ini begitu menarik anak muda yang haus dan awam tentang agama.

“Atas dasar itulah Cafe Aswaja akan terus diadakan secara berkala di berbagai daerah di Jawa Tengah. Dengan tujuan sebagai pendampingan dan penguatan aqidah dan keislaman serta ahlak kaum milenial,” tandas Gus Najib.
Acara yang baru kali pertama digelar ini, lanjutnya, meruapakan bagian dari program kerja LDNU Jateng masa khidmah 2018 -1922, berupa Aswaja Back To Campus.

Menggandeng SMAN 1 Bumiayu
Untuk langkah awal KIC dan LDNU menggandeng siswa SMN 1 Bumiayu atas kerjasama kepala SMAN 1 Bumiayu H Syamsul Ma´arif dengan Direktur KIC DR Ahmad Najib Afandi.
Sebanyak 400 siswa perwakilan dari berbagai sekolah di Brebes Selatan mengikuti dengan antusias dan semarak.
Syamsul mengaku gembira dan berterima kasih atas gelaran ngaji secra milineal ini. Dia berharap cafe aswaja bisa digelar rutin. Pihaknya siap menghadirkan 800 siswa 21 Februari 2019 di tempat yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, didatangkan tiga nara sumber 3 nara sumber yakni  Wakil Ketu LDNU Jateng dan Direktur KIC DR KH Ahmad Najib Afani,  Ketua Bidang Kaderisasi LDNU Jateng KH Muammar Kholil MSi dan Ketua Bidang Informasi LDNU KH Ghilman Safarudin MSi.
Dalam penyampaiannya, Ghilman menyampaikan pentingnya memahami Islam secara kaffah. Yakni dengan pemahaman dasar Aswaja ala NU, ما انا علیه واصحابی, Prinsip aswaja ala NU yang tawasut, tawazun, tasamuh. Pentingnya belajar agama Islam secara kaffah yang terdiri dari tiga aspek utama yakni Aqidah, syariat dan Ahlak / tasawuf.

“Hidup akan menjadi timpang tanpa keseimbangan Aqidah, Syariat dan Ahlak atau Tasawuf. bahkan bisa melahirkan paham radikal karena tidak adanya keseimbangan antara ketiganya,” tandas Ghilman. (wasdiun)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS