background img
bank bjb
SARANA PEMBUANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK MULAI DIATUR

SARANA PEMBUANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK MULAI DIATUR

PURWAKARTA,Untuk mencegah tercemarnya atau terkontaminasinya sumber air pada masa depan, akibat pembuangan air limbah domestik yang sekarang cenderung berdekatan dengan sumber air, Pansus C DPRD Kabupaten Purwakarta  kini tengah menggarap aturannya. Dinas terkait dengan hal itu adalah Bagian Umum Setda, Dinas Tata Ruang dan Pemukimanm, dan Dinas Kebersihan dan Lingkungan hidup.

Kalau selama ini warga masyarakat membuat septi-tank di area rumah masing-masing, ke depan tidak boleh lagi. Pasalnya, Pansus C DPRD Kabupaten kini tengah menyelesaikan Raperda Sarana Penampungan Air Limbah Domestik untuk menjadi Perda. Di setiap perkampungan atau perumahan harus membuat penampungan besar (komunal), yang mampu menampung dalam jumlah banyak.

“Kalau tidak diatur dari sekarang, apa yang terjadi dengan sumber air kita lima atau sepuluh tahun ke depan?

Mungkin makin tercemari dan tidak sehat. Dan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dari daerah lain yang sudah memiliki aturan, kita melakukan kunjungan kerja ke Bekasi dan Pekalongan,” ujar Ketua Pansus C Haerul Amin, di ruang kerjanya.

Menurut Haerul, aturan ini tidak berlaku surut, terutama untuk mengatur tata rencana pembangunan perumahan pada masa depan. “Minimal setiap dua puluh rumah, terdapat sebuah penampungan komunal, atau bisa juga di kawasan rest-area,” jelasnya, seraya menambahkan Februari ini Raperda ini bisa tuntas. 

 Sementara itu, Wakil Ketua Pansus C Heri Rosnedi, SH, menuturkan seringkali terjadi air limbah domestik itu mencemari sumber air, sehingga terkonsumsi oleh warga. Maklum, jarak antara sumber air dan septi-tank sangat berdekatan, karena terbatasnya lahan yang dimiliki. “Maka, ke depan perlu diatur pembuatan Sarana Penampungan Air Domestik.”

Namun, kata Heri, pihak Panus C masih melakukan pembahasan dengan dinas-dinas terkait. Bagaimana pola rancangannya? Bagaimana sistem pembersihannya?  “Kami masih akan melakukan pembahasan dengan dinas-dinas terkait seperti Bagian Hukum Setda, Dinas Lingkungan Hidup dan Distarkim,” ujaarnya.

Dijelaskannya, untuk bangunan fisik seperti apa, pihak Distarkim yang merancangnya. Sedangkan, untuk pembersihan penampungannya nanti, entah 3 atau 6 bulan sekali, pihak Dinas Lingkungan Hidup yang mengerjakannya.

Adapun susunan Pansus C selengkapnya adalah Koordinator Wakil Ketua DPRD Hj. Neng Supartini P, S.Ag, Ketua Haerul Amin, Wakil Ketua Heri Rosnedi, SH, dan anggota-anggotanya adalah H.Dudung Abdullah, Hj. Enah Rohanah, Hj. Ina Herlina, Lina Yuliani, Andriyani, Sri Fitri Fatmawati, H. Komarudin Noor, S.Ag, Yanthi Nurhayati, H. Ahmad Sumitha Sutjana, H. Ihwan Ridwan, SE, Apud Saepudin, Ragil Sukamto.

Berita Lainnya
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4