background img
bank bjb
Hikmah Kekuatan Ibadah dan Do'a Bagi Seorang Muslim

Masjid Al Amanah GBI dan Ustad Muhaemin, M.Ag (Foto : Arus)

Hikmah Kekuatan Ibadah dan Do'a Bagi Seorang Muslim

BOJONGSOANG - Kekuatan atau kedahsyatan do'a bagi seorang muslim tak terbantahkan lagi. Do'a adalah senjatanya kaum muslimin.

Do'a itu ibarat senjata dan amunisi yang paling strategis bagi prajurit dalam berperang. Di saat canggihnya mesin dan persenjataan di abad modern, strategi dan manuver peperangan, kekuatan dan kedahsyatan do'a tetap tidak terbantahkan dan hanya dimiliki oleh orang-orang beriman.

Hal ini dikarenakan orang-orang beriman selain berusaha maksimal dalam setiap amal yang dilakukannya, dia juga tidak pernah lupa menggantungkan seluruh usahanya melalui do'a kepada Allah SWT.

Do'a adalah senjatanya orang-orang mukmin, yang telah dicontohkan mulai dari para Nabi dan Rasul, para sahabat, salafus sholeh.

Do'a adalah senjata yang menyelamatkan Nuh a.s. dengan diturunkannya air bah kepada kaummnya. Do'a juga senjata yang menyelamatkan Musa a.s. ketika melawan tiran ketika itu, Firaun. Menyelamatkan Sholeh dari kedzoliman kaum Tsamud, menyelamatkan Huud a.s dari kaum Aad, dan menyelamatkan serta memberikan kemenangan kepada Rasulullah SAW. dalam benyak pertempuran yang beliau lakukan. Bahkan dengan kekuatan dan kedahsyatan do'a pulalan, negara super power waktu itu, Persia dan Romawi berhasil ditaklukkan oleh kaum Muslimin.

Kedahsyatan dan kekuatan do'a bagi orang-orang mukmin akan terus berlangsung, dari zaman Nabi Adam a.s. hingga kini.

Hal itu disampaikan oleh Ustad Muhaemin, M.Ag yang bertaushiyah dalam acara kajian rutin Ahad pagi di Masjid Al Amanah Komplek Griya Bandung Indah (GBI) RW.07 Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung menegaskan, betapa pentingnya Ibadah dan do'a, Minggu (07/04/2019).

"Untaian do'a yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan do'a. Padahal Islam mengajarkan bahwa do'a adalah senjata orang mukmin," kata Ustad Muhaemin.

“Do'a adalah senjata untuk mendapatkan pertolongan Allah dan senjata untuk menolak bencana Allah,” ujarnya.

Do'a memiliki kekuatan yang luar biasa maha dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka kepada Allah.

“Alllah pasti mengabulkan do'a hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdo'a,” jelasnya.

Ia lalu mengurai tentang banyaknya kejadian bencana yang terjadi seperti gempa, banjir, kebakaran dan musibah lainnya.

Bencana dan musibah yang akan menghilangkan nikmat dan bisa jadi merupakan murka dari Alllah karena banyaknya kesyirikan dan maksiat. Untuk menghindari terjadi musibah dan bencana pada kita hendaknya kita benar-benar memahami bahwa sebab turunnya musibah dan bencana akibat keyirikan dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. Hendaknya kita melakukan muhasabah dan segera kembali kepada Allah serta menghentikan keyirikan dan kemaksiatan yang merajalela agar terhindar dari hilangnya nikmat, datangnya bencana dan terhindar dari murka Allah.

"Bisa jadi Allah kirimkan bencana dan musibah kepada manusia agar manusia takut kepada Allah dan agar kaum muslimin kembali kepada Allah dan menghentian kesyirikan dan maksiat," kata Muhaemin.

Selanjutnya Muhaemin menjelaskan.

"Ketika Alloh menciptakan alam semesta, pada saat yang sama Alloh pun menurunkan al-mizan (neraca timbangan), yaitu neraca keadilan dan kebenaran. Sehingga alam semesta akan tetap berada pada posisi dan fungsi awalnya yaitu menjadi sumber nikmat dan kehidupan manakala keadilan dan kebenaran tetap tegak. Tapi sebaliknya alam semesta akan bergeser dan berubah fungsi menjadi sumber bencana manakala kebenaran dan keadilan sudah bergeser atau rusak. Lebih dari itu alam semesta Allah ciptakan tanpa memiliki keinginan, sehingga alam semesta akan tetap diam pada posisinya atau bergeser tergantung kehendak penciptanya. Oleh karena itu agar kehendak Sang Pencipta tetap menjadikan alam semesta tetap menjadi sumber nikmat. Maka senjata yg paling canggih adalah ibadah dan do'a," penjelasan Muhaemin.

“Oleh karena itu, di abad millenial ini, kini saatnya umat Islam kembali meneguhkan keyakinannya akan kesungguhan beribadah dan kekuatan do'a. Bahwa ibadah dan do'a adalah senjata kemenangan untuk izzul Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Arus)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4