background img
bank bjb
Bersama Media Masa, BWI Tingkatkan Sosialisasi Wakaf Produktif

Bersama Media Masa, BWI Tingkatkan Sosialisasi Wakaf Produktif

JAKARTA, Sinarpaginews.com – Guna lebih mengena dikalangan masyarakat luas dalam wakaf produktif, Badan Wakaf Indonesia (BWI) mensosialisasikan didepan media-media nasional, lembaga keuangan syariah dan masyarakat.

“Media massa mempunyai nilai strategis dalam usaha untuk mensosialisasikan wakaf produktif,” kata Humas Badan Wakaf Indonesia, Susono Yusuf dalam acara Media Gathering  dan Bincang Wakaf Produktif di Hotel Mercure Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Kegiatan yang bertagline “Peranan pers dalam membangun masyarakat sadar wakaf (wakaf society) menuju Indonesia sejahtera dan bermartabat” dihadiri Ketua Badan pelaksana BWI Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA beserta jajarannya, Lembaga Keuangan Syariah dan undangan.

Sony begitu panggilan Humas BWI ini mengatakan Media Gathering ini merupakan program terawal gema ramadhan BWI yang notabene ingin meneruskan kewakafan di Indonesia yang tentunya meminta dukungan kepada media massa, lembaga keuangan syariah, bank nasional, nashir dan stakeholder.

“Media Gathering dibalut dengan bukber dan bincang bersama tentang gambaran wakaf produktif di Indonesia,” ungkapnya.

Bicara wakaf, Sony memandang masyarakat hanya melihat terbatas pada harta tidak bergerak. Namun demikian, sekarang ini wakaf sangat luas dan tidak terbatas. Mulai dari uang, saham, deposito, asuransi dan lain-lain.

“Saya meyakini bahwa masyarakat masih belum banyak mengenal wakaf secara keseluruhan. Untuk itu, media massa dapat mendukung BWI dalam pemberitaan kepada masyarakat luas,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Badan pelaksana BWI Prof. Dr. Mohammad Nuh, DEA
Wakaf tidak akan sempurna jika tidak ada yang beritakan yaitu media massa. Menurutnya, dari situlah bila wakaf maju dengan baik maka yang beritakan itu bagian dari pewakafan.”Begitu juga dengan lembaga keuangan (Bank) bagian dari pewakafan juga,” ujarnya.

“Informasi atau pemberitaan itu seperti oksigen, karena jaman kita ada pada media knowledge society,” imbuhnya.

Mantan Menbudpar era Presiden SBY ini menyebutkan wakaf dapat mengingkatkan tujuan berbangsa dan berbegara dengan melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.”Dan juga ikut menjaga ketertiban dunia,” pungkasnya.

Selain itu, peluang pengembangan wakaf di Indonesia salah satunya adanya jumlah penduduk yang banyak. Pasalnya, peluang didalam pengembangan wakaf diukur jumlah penduduknya.”Jumlah penduduk jadikan peluang wakafnya,” katanya.

Kendati demikian, setiap penduduk apapun agamanya boleh berwakaf.”Jadi wakaf itu bukan hanya dinikmati oleh orang Islam saja, tapi nonmuslim pun boleh berwakaf,” ungkapnya.

Selain itu, wakaf ini pun bersifat temporer. Artinya, wakif bisa mendapatkan kembali uang yang diwakafkan tersebut sebesar 90 persen (10 persen biaya pengelolaan) dalam waktu tiga hingga lima tahun.

Keuntungan kupon sukuk sekitar 8 persen itulah nantinya yang akan digunakan untuk kebutuhan sosial. Sehingga Nuh mengungkap inilah awal mula konsep wakif yang disebut Investor Sosial.

"Kita akan perbesar terus sampai nanti kalau [pemerintah] bangun jalan tol, tak perlu lagi pakai utang, tapi cukup dari aset wakaf," ungkap pria yang pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2009-2014 ini.


Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS