background img
bank bjb
Peneliti LIPI Ungkap Banyak Benih Ikan Tuna Di Arlindo, Potensi Ekonomi Besar Bagi Nelayan

Peneliti LIPI Ungkap Banyak Benih Ikan Tuna Di Arlindo, Potensi Ekonomi Besar Bagi Nelayan

Jakarta, -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyampaikan hasil eksplorasi Arus Lintas Indonesia (Arlindo) di Pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Selasa (24/12/2019). Riset terhadap objek perairan laut tersebut bertujuan mengungkap potensi sumberdaya hayati yang diharapkan bisa menjadi sumber ekonomi bagi pelaku usaha laut.

Ekspedisi ilmiah itu dilakukan selama 37 hari sejak 18 November lalu bersama The First Institute of Oceanography-Tiongkok dan Departement of Atmospheric and Oceanic Science University of Maryland-Amerika Serikat.

Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dwi Nugroho Hananto memaparkan, eksplorasi Arlindo menemukan banyaknya benih-benih ikan tuna yang menyebar di beberapa titik di perairan Selatan Jawa. Peranakan tuna tersebut dikatakan Nugroho masih berupa larva.

Meski begitu, ia memastikan bakal ikan tuna itu masih harus menunggu perkembang biakan selanjutnya untuk dapat diambil manfaatnya.

"Jadi sebenarnya, potensi ekonomi harus kita atur, karena kan larva ikan tuna masih kecil, kan kita perlu yang gede, jangan sampai yang kecil ini kita tangkap juga," katanya saat diwawancarai wartawan di Kapal Baruna Jaya Vlll LIPI, di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara.

Ia menjelaskan, LIPI masih akan terus melakukan riset untuk mengetahui perkembang biakan larva-larva tuna yang dibawa peredaran air Arlindo.

"Kita perlu tahu dia dimana menetas dan membesar dimana tempatnya di harus ditangkap, karena kalau itu tidak dipetakan dengan baik, nanti kita akan mendapatkan tuna yang kecil-kecil, padahal kita bisa mendapatkan tuna yang lebih besar. Ini yang menonjol untuk masyarakat," paparnya.

Cikal bakal tuna itu nanti akan memberikan manfaat bagi para nelayan. Oleh karenanya, mengetahui peta lokasi di mana tuna akan menetas dan berkembang, lanjut Nugroho, menjadi hal yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Selain itu, Nugroho menyebut penelitian terhadap larva tuna dimaksudkan juga untuk memberi konfirmasi kepada kementerian terkait. Hal itu bertujuan, untuk membantu pemangku kebijakan mendesain regulasi berdasarkan sains by policy atau kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

"Jadi kalau kami tugasnya mengumpulkan sains tentang oseanografinya, (lalu) iklim, dan musim, dan sebagainya termasuk sumber daya hayati dan non hayatinya untuk kita sampaikan kepada Kementrian terkait untuk dibuat kebijakan," tutup Nugroho.

Berita Lainnya
HSN HARAPAN BERSAMA bank bjb bawah iklan umroh astra motor