background img
bank bjb
Pemkot Sukabumi Sudah Dua Kali Memberikan Bantuan Material Ditolak

Terkait, Rumah Geugeu Karsih Warga Babakan Sirna Kelurahan Benteng

Pemkot Sukabumi Sudah Dua Kali Memberikan Bantuan Material Ditolak

KOTA SUKABUMI, --- Rumah Geugeu Karsih Warga Babakan Sirna RT 007/003 Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi yang kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, untuk perbaikannya sudah diajukan sejak bulan November 2019 dan sudah masuk dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bahkan Desember 2019 sudah masuk dalam tahap sosialisasi demikian dikatakan Lurah Benteng Tri Hastuti S.IP., Selasa (07/01/2020)

Di ruangan kerjanya Tri Hastuti kepada Sinar Pagi News lebih jauh menjelaskan, kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong, tahun 2020 mendapatkan kuota 35 perbaikan rumah tidak layak huni dari Kementerian PUPR melalui program BSPS termasuk diantaranya rumah Geugeu Karsih yang diajukan serta rumah-rumah tidak layak huni lainnya yang ada di wilayah RW 1, 3, 4, 6, 7 dan 8, jelasnya.

Lanjutnya lagi, berkaitan dengan bantuan yang diterima Geugeu karsih pada masa pemerintahan sebelumnya mendapatkan bantuan sementara pada Pemerintahan yang sekarang tidak mendapatkannya lagi.

Geugeu Karsih merupakan salah satu warga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sementara bantuan tersebut, merupakan program dari pemerintah Pusat yang digulirkan melalui Kementerian Sosial, kewenangannya pun ada dipusat, bukan di pemerintah daerah, kelurahan sebagai leading sektornya hanya memverifikasi validasi data saja, imbuhnya

Jelasnya lagi, "Berkaitan dengan Geugeu Karsih yang bantuannya terputus, mungkin namanya tidak masuk dalam Basis data terpadu/data terpadu kesejahteraan Sosial (BDT/DTKS) termin ke 2, sebab bantuan pemerintah non tunai (BPNT) itu turun 2 termin, yang pertama  berdasarkan BDT tahun 2011, termin kedua berdasarkan kepada BDT 2015, artinya yang tidak mendapatkan ditermin kedua secara otomatis datanya telah tergantikan oleh sistem dipusat dengan BDT 2015, tuturnya.

Namun tambahnya lagi disamping Kementerian sosial menggulirkan Program BPNT/KKS, pemerintah Kota Sukabumi pun telah menggulirkan Bantuan Beras Keluarga Sejahtera Daerah (Rastrada), yang diberikan rutin setiap bulan kepada penerima manfaat yang tidak tercover di BPNT, "tahun 2020 Gegeu Karsih juga sudah diajukan untuk mendapatkan bantuan Rastrada, kalau tahun-tahun sebelumnya yang mendapat bantuan Rastrada itu berdasarkan BDT 2015, ditahun 2020 ada kebijakan yakni  berdasarkan data kemiskinan yang ada dikelurahan, sehingga kuota penerima manfaatnya pun lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya", tuturnya.

"Yang berkaitan dengan penanganan permasalahan kesejahteraan sosial khususnya yang ada diwilayah kelurahan Benteng Tri juga Menegaskan "Insya Allah pemerintah Kota Sukabumi tidak akan tinggal diam karena memang kewajiban kita untuk hadir dimasyarakat, menangani masalah-masalah seperti ini", tinggal bagaimana sipenerima bantuan menyikapinya seperti apa, jadi tugas kita bukan hanya memberikan bantuan tetapi harus berperan aktif untuk melakukan monitoring sekaligus melakukan pembinaan sehingga bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah dapat berdampak baik terhadap kelangsungan hidup sipenerima manfaat itu sendiri, pungkasnya.

Berkaitan dengan kondisi rumah yang tidak layak Huni milik Geugeu Karsih, Sekretaris Lurah Benteng Rd. Esa Wardhana menambahkan, "Bantuan perbaikan rumah Geugeu Karsih, itu sudah beberapa kali diajukan oleh ketua RT maupun RW, pemerintah daerah pun sudah dua kali memberikan bantuan dalam bentuk bahan-bahan material, tetapi Geugeu sendiri malah meminta dalam bentuk uang tunai.

Kalau Sumbangan dari pemerintah baik yang bersumber dari kementrian atau apapun itu, pasti akan diberikan dalam bentuk barang/materialnya, adapun dalam pelaksanaannya itu  dibantu oleh warga sekitarnya secara gotong royong.

Pada dasarnya pemerintah Kota Sukabumi khususnya Kelurahan tidak mungkin kalau tidak memperhatikan apalagi kondisi seperti itu, hanya saja kalau selalu berharap dalam bentuk uang tunai ya tidak mungkin, "bahkan untuk perbaikan rumah Geugeu Karsih ini sudah dua kali diajukan tetapi tetap saja mintanya dalam bentuk uang tunai, "intinya tahun 2020 untuk perbaikan rumah tersebut sudah tidak ada masalah sebab sedang diajukan", tegasnya.

Tinggal kita pikirkan bagaimana caranya agar secara finansial perekonomian Geugeu Karsih ini kedepan bisa makmur, apakah nanti kita berikan pembinaan sekaligus diberikan modal usaha warung atau usaha-usaha lainnya,  baik itu melalui program dari Baznas, Kesra, bahkan dari DPRD/DPR RI dari partai mana pun, atau melalui program-program lainnya, nanti akan kita pikirkan solusinya seperti apa sehingga perekonomian Geugeu bisa sejahtera tutupnya.

Berita Lainnya
HSN HARAPAN BERSAMA bank bjb bawah iklan umroh astra motor