background img
bank bjb
Gedung Zam – Zam RSI Muhammadiyah Diresmikan

Gedung Zam – Zam RSI Muhammadiyah Diresmikan

TEGAL – Untuk menambah fasilitas dan memaksimalkan pelayanan masyarakat Tegal dan sekitarnya Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah meresmikan Gedung Zam-Zam bertujuan untuk mampu memberikan kemudahan bagi pasien dalam menikmati layanan kesehatan terbaik dan memberikan pengalaman berobat yang menyenangkan,peresmian langsung di lakukan oleh Bupati Tegal Umi Azizah dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir
Di halaman RSI Muhammadiyyah, Sabtu (11/1).

Dalam sambutannya, Bupati Tegal menyampaikan bahwa sebagai sebuah organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia, Muhammadiyah melalui gerakan pembaharuannya telah membawa dampak positif terhadap kemajuan tidak hanya dalam kehidupan beragama, tapi juga di bidang sosial-budaya yang revolusioner, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Dirinya juga berharap agar Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dibangun tidak hanya untuk ummat muslim saja, tapi untuk melayani semua ummat dan golongan.

“Saya juga titip pesan, jangan ada diskriminasi layanan pada masyarakat pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun BPJS dengan pasien umum. Semuanya ditangani dengan prosedur yang sama, senyumnya pun juga harus sama. Respon cepat, terukur dan sopan santun harus menjadi pedoman dalam melayani pasien dan menjadi kunci keberhasilan kita,” tandasnya.

Umi juga mengajak semua yang hadir dapat ikut mensosialisasikan hadirnya layanan gedung baru Zam-Zam ini, minimal dengan mengunggahnya di status media sosial, dengan tujuan untuk memperkenalkan adanya fasilitas baru yang menunjang untuk pasien RSI Muhammadiyah.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir dalam sambutanya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Tegal, yang sudah ikut andil memperhatikan dan selalu memberi Suport untuk Muhammadiyah Kabupaten Tegal.

“Semoga bangunan baru ini bisa menjadi salah satu ikon untuk Kabupaten Tegal,” ucap Haedar.

Prof Haedar dalam amanatnya dihadapan direksi, karyawan RSI Muhammadiyah Tegal mengatakan, KH Dahlan menggagas Al Maun dengan melahirkan pembaharuan atau tajdid.

"Al Maun melekat sebagai risalah akhir zaman menjadi dan menjadi bagian dari isi Al Quran," jelas Prof Haedar.

Haedar juga menegaskan bahwa Al Quran tidak cukup jika hanya dihapal dan dipahami, namun sama pentingnya islam dan al quran harus diamalkan dalam kehidupan.

"Spirit Al Maun harus terus menyala, semua karyawan di RSI Tegal harus memiliki jiwa Al Maun dalam melayani sesama," tutur Haedar.

Haedar juga meminta seluruh karyawan RSI Tegal untuk menghadirkan islam sebagai orientasi gerakan yang menghadirkan peradaban maju atau dinul hadoroh.

"Karyawan RSI Tegal harus maju ilmu pengetahuannya, dan harus menjadikan bangsa ini sehat jasmani dan rohaninya," imbuh Haedar.(hid/hum).

Berita Lainnya
radio  thomson bank bjb bawah iklan umroh astra motor