background img
fULL BENNER 1
Omzet Warteg di Jabodetabek anjlok lebih dari 50% imbas corona

Omzet Warteg di Jabodetabek anjlok lebih dari 50% imbas corona

JAKARTA, - Ternyata Pandemi Covid-19 juga menghantam para pelaku usaha warung Tegal dengan jumlah warteg  di Jadebotabek dengan jumlah kasar sekitar lebih dari 40.000 ribu pedagang warung Tegal,  yang dulunya ketika krisis moneter 1998 masih gagah menghadapinya

"Ada tiga hal yang dihadapi pelaku usaha warteg akibat wabah pandemi Covid-19

Pertama, daya beli turun, hal ini disebabkan banyak para pekerja harian yang tidak bekerja karena banyak perusahaan yang libur, efeknya pendapatan supir angutan, driver ojol juga mengalami penurunan karena sepinya penumpang

Kedua, efek dari daya beli masyarakat turun berimbas ke  omzet warung Tegal juga turun, dan dengan mewabahnya pandemi ini masyarakat takut ke luar rumah atau ke warung-warung makan

Ketiga harga barang-barang kebutuhan seperti sembako pada naik, ini karena banyak perusahaan yang mengurangi produktifitas dan terbatasnya transportasi, da ada sebagian masyarakat yang panic memborong bahan-bahan pokok dengan jumlah yang besar, seperti gula yang tadinya harganya per kilo Rp. 12,500 sudah naik ke Rp. 18.000,-

 Apa harapan pedagang warteg terhadap pemerintah jika melakukan karantina wilayah

1.      Pemerintah diharapkan memberi insentif relaksasi kredit yang diberikan berupa pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1      

         tahun.

2.      Pemeberian subsidi biaya beban listrik

3.      Penurunan harga gas LPJ untuk ukuran 3 Kg

4.      Penurunan BBM

5.      Pemerintah perlu melakukan operasi  pasar guna mengendalikan harga-harga kebutuhan sembako


Berita Lainnya
Bawah 32 Square bawah bawah 34 Square samping 3