background img
fULL BENNER 1
Asep Masih Tinggal Dirumah Tidak Layak Huni Tanpa Listrik

Asep Masih Tinggal Dirumah Tidak Layak Huni Tanpa Listrik

SUKABUMI,- Pandemi Covid 19 tidak hanya faktor kesehatan saja yang menjadi sorotan, namun berbagai aspek juga menjadi perhatian termasuk sektor ekonomi yang imbasnya cukup dirasakan terlebih oleh masyarakat kalangan bawah.

Untuk meminimalisir membeludaknya angka kemiskinan baru dan pengangguran akibat Pandemi Covid 19, pemerintah pun terus berupaya dengan berbagai cara, dari mulai pemberian bantuan pangan (Sembako) maupun bantuan-bantuan lainnya yang digulirkan baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.

Namun berbagai program untuk kesejahteraan masyarakat tersebut, realita diwilayah belum sepenuhnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara merata, sebab faktanya hingga saat ini masih terdapat masyarakat yang keadaannya cukup memprihatinkan, terlebih dari sektor ekonomi, kata Hasbi Muhamad salah satu anggota Aliansi Mahasiswa Jampang (AMJ).

Lanjut Hasbi, saat AMJ menelusuri perkampungan sambil membagi-bagikan Sembako kepada masayarakat, dalam aktivitas kegiatan sosialnya berlangsung, ternyata diperkampungan masih banyak di jumpai warga digaris kemiskinan, yang diduga belum tersentuh oleh program kesejahteraan yang kerap didengung-dengungkan oleh pemerintah.

Salah satu contohnya, yang dialami Asep di kampung Sindang Sirna RT 007/001 Desa Pasiripis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, yang masih tinggal digubuk milik orang lain dengan kondisi rumah sangat memprihatinkan, bahkan terlihat seperti mau ambruk serta tidak terpasang listrik dan penerangannya pun menggunakan lampu centir. beber Hasbi kepada Sinar Pagi News yang disampaikan melalui pesan singkatnya. Sabtu (09/05/2020)

Memperhatikan hal itu jelas Hasbi lagi, disaat ekonomi yang serba sulit seperti saat ini, tentu masyarakat kalangan bawah sangat membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan, terlebih perhatian dari pemerintah.

Mengingat masih banyaknya dijumpai warga masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan terlebih yang ada di perkampungan serta belum tersentuh oleh program kesejahteraan dari pemerintah, tentu hal itu harus menjadi evaluasi bersama.

Manakala ada bantuan-bantuan yang digulirkan oleh pemerintah bagi masyarakat kurang mampu/miskin, diharapkan agar disalurkan tepat sasaran, sehingga manfaatnya betul-betul dapat dirasakan oleh orang-orang yang memang benar-benar membutuhkan, sehingga hal itu sejalan dengan amanat yang telah di beberkan dalam Undang-undang 1945 pasal 34 ayat 1, ujarnya.

Tambahnya lagi, sebagai upaya serta untuk meringankan beban yang dialami Asep bersama anak laki-lakinya, AMJ dalam kegiatan sosialnya memberikan bantuan sembako, dan pakaian, serta obat cream untuk anak laki-lakinya yang sedang sakit gatal-gatal dan belum pernah dibawa berobat ke dokter atau ke puskesmas akibat keterbatasan ekonomi.

Sementara menurut pengakuannya hingga saat ini Asep maupun anaknya yang baru usia kurang dari 5 tahun tersebut, belum memiliki BPJS Kesehatan atau KIS, padahal menurut undang-undang seluruh masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan dasar termasuk salah satunya pelayanan dasar kesehatan, tutup Hasbi.

Berita Lainnya
bawah 32 bawah 33 bawah 34 Square samping 3