background img
bank bjb 1
Naik Perahu, NUCare-Lazisnu Brebes Tembus Dukuh Terisolir

Naik Perahu, NUCare-Lazisnu Brebes Tembus Dukuh Terisolir

BREBES - Meskipun hanya berjarak 7 kilometer dari pusat Kota Brebes, namun warga Dukuh Banjangsari Desa Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah tergolong terisolor. Untuk menuju kota, warga harus melalui jalur darat dan jalur sungai menggunakan perahu. Termasuk ketika NUCare-Lazisnu Kabupaten Brebes membawa paket bantuan harus menggunakan perahu mencapai Dukuh Banjangsari.

Menurut penuturan Kepala Desa Randusanga Kulon Afan Setiono, masyarakat Dukuh Banjangsari sudah bertahun-tahun menikmati kehidupan yang serba terbatas. Namun tidak patah arang, termasuk anak-anaknya dalam menempuh pendidikan.

“Anak-anak setiap hari sekolah madrasah di Dukuh Sigempol sekitar 3 Km dengan menggunakan perahu. Sedangkan untuk sekolah SD, mereka juga menggunakan perahu di SD N 3 Randusanga Kulon,” papar Afan.

"Ada 30 rumah di dukuh RT O4 dan rata-rata satu rumah itu dihuni antara 3-5 KK," tuturnya.

Afan mengucapkan terima kasih atas kepedulian NUCare-Lazisnu Brebes yang mau datang ke lokasi. Sehingga bisa tahu kondisi warganya dan berharap nanti ada kelanjutan atas dukungan Lazisnu untuk mewujudkan madrasah diniyah di Dukuhbanjangsari.

“Sudah ada rencana pembangunan madrasah diniyah, tetapi sampai sekarang baru sebatas pondasi karena macet akibat alasan klasik, yakni persoalan dana,” ungkit Kades.

Anak-anak di dukuh ini, lanjutnya, kalau belajar ke madrasah harus naik perahu nunut kepada driver perahu dan tidak membayar. “Pulang-Pergi mereka naik perahu, tapi kalau ada madrasah di sini, tidak terkendala dalam pembelajaran diniyah,” ungkapnya.

Ketua NUCare-Lazisnu Brebes H Wahib Isma, menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan kepada NUCare-Lazisnu Pusat agar bisa menindaklanjuti pembangunan madrasah di pedukuhan ini.

“Kami juga akan berupaya mencari terobosan lain, agar secepatnya harapan masyarakat pedukuhan ini bisa terwujud,” kata Wahib saat menyerahkan bantuan sosial sembako di Dukuh Banjangsari yang terkena dampak banjir Rob, kemarin.

Perjalanan sangat nikmat, ucap Wahib, untuk mencapai lokasi. Karena ditempuh dengan perahu dengan jarak 3 kilometer dari jalan darat.

Sebanyak 15 paket telah disalurkan kepada warga yang terdampak rob. Selain itu, juga diberikan alat kebersihan untuk mushola setempat seperti sapu, sabun dan lain sebagainya. Bantuan lain juga datang dari UPZ Kemenag Kabupaten Brebes.

Salah seorang warga Dukuh Banjangsari Waspini menceritakan, saat ini kondisi pemukiman sedang dilanda banjir rob setiap sore, air laut sampai masuk ke dalam rumah. Lingkungan sekitar juga becek dan kotor yang sangat membutuhkan perhatian cukup serius.

Turut mendampingi pemberian bantuan NUCare-Lazisnu, Sekretaris Muslimat PCNU Hj Farikha, Kepala Bagian TU Kemenag Brebes H Aqso MPd, Pemerhati pendidikan Kustoro WHY dan elemen masyarakat lainnya.

Sebelumnya, bantuan diterima perwakilan warga Randusanga Wetan yang juga pengurus MWC NU Brebes H Baridin. Atas nama warga, dia mengucapkan terima kasih atas kepedulian NUcare LAZISNU Brebes yang sudah cekatan dan tepat menyalurkan bantuan.

"Mudah-mudahan amaliyah dan kepedulian NUcare, langsung dimanfaatkan warga," ucap Baridin.

Kata H Baridin, lebih dari 600 rumah terendam air pasang laut. Dan ratusan hektar tambak juga terendam, sehingga ikan yang telah dibudidayakan otomatis ikut berenang keluar dari tambak.

Ketua PC NUCare LAZISNU Brebes H. Wahib Isma menjelaskan, penyaluran bantuan meski tidak banyak, tetapi sebagai sikap dari NU Peduli untuk warga Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan yang terdampak Rob.

"Kami berharap, bantuan ini bisa sedikit mengurangi beban masyarakat, apalagi di tengah Pandemi Covid-19. Sungguh beban yang tidak ringan, masyakarat menerima dua musibah dalam satu waktu," ujar H Wahib disela-sela penyerahan paket donasi di Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Wahib menambahkan, bentuk bantuan meliputi puluhan dus Mie Instan, Beras dan ragam bentuk lainnya yang diangkut dengan mobil Operasional Tim Reaksi Cepat NU Peduli Jawa Tengah.

Kata Wahib, dana bantuan dihimpun secara spontan dari Warga NU yang memiliki rasa kepedulian. Mereka berbondong-bondong mengirimkan bantuan Rob ke pihak NUCare yang dikoordinasikan MWC NU dan Muslimat NU setempat setelah mendengar informasi adanya banjir Rob. Dengan guyub rukun antar lembaga, Banom PCNU saling berbagi amaliyah.

"Ayo hilangkan kesusahan dunia dan akhiratmu dengan bershodaqoh melalui PC NUcare LAZISNU Brebes," ajak Wahib dalam suatu seruan di medsos dan sarana komunikasi lainnya.

Gayung bersambut, seluruh pengurus MWC dan Ranting bahu membahu menghimpun Sodaqoh untuk warga terdampak Rob.

Aksi NUCare LAZISNU, sambung Wahib, dilakukan dua tahap yakni di Kecamatan Brebes dan Losari.

"Kita bergerak untuk dua tahap yakni di Kecamatan Brebes dan Kecamatan Losari," ungkap Wahib.

Wahib menambahkan, NU Care Lazisnu mulai menggeliat kegiatannya. Sebelumnya, juga telah menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Darsim anak yatim piatu dari Desa Karangbandung Kec Ketanggungan yang mengalami kecelakaan lalulintas.

Darsim mengalami luka serius pada bagian kepala. Bantuan berupa uang Rp 1 juta dari NUCARE Brebes dan dari PAC Muslimat NU Bulakamba Rp 1 Juta diterima Kakak Ipar Darsim, Ahad 7 Juni lalu.

Darsim adalah Anak Yatim Piatu dengan Luka Serius Pada Otaknya, Butuh Donasi Kemanusiaan, begitu sepenggal berita di berbagai media, Anak ini Hidup dalam lingkungan yang serba pas-pasan, dengan kondisi tubuhnya tidak bisa mengangkat sendiri, dan harus dibantu oleh saudaranya saat berbaring atau duduk dikasurnya karena pernah jatuh akibat kecelakaan dari kendaraan roda dua dan luka serius pada otaknya, akhirnya harus dirawat beberapa kali di rumah sakit agar sembuh sediakala.(hid/was).

Berita Lainnya
Iklan brebes pa markus Iklan Mas wahid  square bawah 4