background img
bank bjb 1
Tidak Ada Positif Covid-19, Wabup Helmi Optimis Garut Masuk Zona Hijau

Tidak Ada Positif Covid-19, Wabup Helmi Optimis Garut Masuk Zona Hijau

GARUT, - Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman mengatakan, pasien positif covid-19 terakhir sudah bisa pulang dan sembuh setelah menjalani perawatan medis di RSUD dr, Slamet Garut, namun sudah satu bulan terhitung 10 Juni pihak Pemprov Jabar belum memperbaharui status Zona untuk kabupaten Garut.

"Alhamdulillah sudah tak ada yang positif, dari total 26 orang yang positif, 23 orang diantaranya sembuh dan 3 orang meninggal, akan tetapi pihak Pemprov Jabar masih tetapkan zona kuning untuk Garut, padahal itu data 10 Juni, sekarang sudah sebulan belum ada pembaruan," ucap Helmi, Selasa (07/07/2020).

Helmi Budiman yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, merasa optimistis dengan tidak adanya kasus positif Covid-19, maka kemungkinan Garut sudah masuk ke zona hijau. Tim dari Dinas kesehatan akan segera berkonsultasi ke provinsi soal status di Garut.

Helmi mengatakan, saat ini, pihaknya tengah fokus untuk meningkatkan jumlah uji sampel swab test. Kementerian Dalam Negeri telah meminta agar pengujian sampel bisa ditingkatkan.

"Dari hasil breakdown, kami harus bisa menguji sampel swab 300 orang per hari, namun kemampuan kami baru 30 sampel per hari," katanya.

Helmi menyakini, dengan uji sampel 300 per hari, bisa mencegah dengan cepat penyebaran virus covid-19. Selain menguji di laboratorium RSUD dr Slamet Garut, pihaknya akan bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jabar dan laboratorium Universitas Padjajaran.

"Kami akan koordinasi dengan Labkesda Jabar dan Unpad. Selama ini dengan keduanya kami sudah kerja sama, cuma bedanya sekarang ditarget uji sampelnya," ucapnya.

Untuk menambah pengujian sampel, Pemkab Garut juga akan berkonsultasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pengadaan mobile bio safety level 2. Dengan adanya mobil keliling untuk uji swab, jumlah sampel yang bisa diperiksa bisa terus bertambah.

Helmi menambahkan, pengujian akan diprioritaskan untuk daerah yang padat, selain itu kelompok berisiko seperti tenaga kesehatan akan jadi prioritas untuk swab test.

"Apalagi sekarang kan pesantren sudah mulai dibuka, terus sekolah rencananya mau ada pengenalan siswa baru tanggal 13 Juli nanti, makanya perlu ada pengujian yang banyak, termasuk di daerah wisata," katanya.

Berita Lainnya
Iklan brebes pa markus Iklan Mas wahid  square bawah 4