background img
bank bjb 1
Konsumsi dan Investasi Indonesia Terpukul Imbas Corona!

Konsumsi dan Investasi Indonesia Terpukul Imbas Corona!

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia berhasil menekan sisi konsumsi dan investasi. Menurutnya, enam sektor industri yang memiliki kontribusi besar bagi perekonomian nasional pun terkena imbasnya.

"Dampaknya, 6 sektor industri alami pelemahan, enam top sektor kontribusi 69% terhadap PDB. Dari sisi demand dan sektor konsumsi investasi terpukul berat dari awal tahun walau hari ini saya lapor mulai bergeliat. Meski ada aktivitas WFH (work from home) tetap saja kita tertekan ke bawah," kata Luhut dalam acara Investasi di tengah Pandemi secara virtual, Sabtu (25/7/2020). Demikian  Detik, Ahad (26/07/2020).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menko Kemaritiman dan Investasi menekankan, "Dari sisi permintaan, konsumsi, dan investasi itu betul-betul terpukul berat. Kita petakan itu dari awal tahun sampai sekarang ini."

Meski terpukul berat, Luhut menjelaskan bahwa saat ini sudah mulai terlihat ada geliat dari sisi ekspor. Geliat itu terjadi di sektor hilirisasi ekspor, yang kerap digemborkan Luhut dalam setiap kesempatan.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, ekspor besi dan baja (iron and steel) yang merupakan produk hilirisasi tumbuh lebih tinggi daripada ekspor kendaraan pada masa pandemi ini.

Berdasarkan data per 25 Juli 2020, lanjut dia, ekspor untuk besi dan baja mencapai 4 miliar dolar AS, sementara ekspor kendaraan nilainya mencapai 2,3 miliar dolar AS.

Luhut menargetkan pada tahun ini ekspor besi dan baja bisa mencapai 10 miliar dolar AS didukung dengan terus didorongnya pengembangan hilirisasi mineral.

Menurut dia, meski nilainya masih kecil daripada sektor lain, jumlahnya tetap akan sangat membantu kinerja ekspor.

"Tahun ini kita harapkan iron and steel kita ekspor 10 miliar dolar AS dan itu sangat berpengaruh pada nilai ekspor kota, lapangan kerja, penerimaan pajak dan lainnya," pungkasnya.

Lalu, bagaimana strategi pemerintah?

Luhut mengaku pemerintah sudah memiliki strategi agar ekonomi tidak tertekan dalam. Mulai dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan hilirisasi mineral dan batubara.

Khusus hilirisasi, Luhut mengatakan sektor minerba nasional sudah masuk global supply chain dengan mengekspor produk bernilai tambah. Dia bilang ekspor produk besi dan baja tanah air meningkat drastis.

Sedangkan pada program PEN, pemerintah menganggarkan Rp 695,2 triliun dan dialokasikan untuk sektor kesehatan sebesar Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,90 triliun, insentif usaha Rp 120,61 triliun, UMKM sebesar Rp 123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp 53,57 triliun, dan sektoral kementerian/lembaga (k/L) serta pemda sebesar Rp 106,11 triliun.(spn-Irb)

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Beebopp pa erwin ASEP PRESIDEN purwakarta 2