background img
bank bjb 1
Update Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Rabu 2 September 2020

Update Perkembangan Kasus COVID-19 di Kabupaten Garut, Rabu 2 September 2020

GARUT, - Sebanyak 5.901 kasus COVID-19 yang terjadi baik, Kontak Erat, Suspek, Probable maupun Konfirmasi Positif di kabupaten Garut, demikian dikatakan Humas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, S.E, M.Si, Rabu 2 September 2020, pukul 17.00 WIB.

"Dari 5.901 kasus tersebut, terdiri dari Kasus Kontak Erat sebanyak 2.865 kasus, dengan rincian 233 Kasus isolasi mandiri dan 2.632 Kasus discarded/selesai pemantauan," ungkap Yeni, yang juga Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo kabupaten Garut.

Sementara untuk kasus Suspek, kata Yeni, sebanyak 2.950 kasus, dengan rincian 36 Kasus isolasi mandiri, 2 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2.876 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 36 Kasus meninggal.

"Lalu untuk kasus Probable masih 0 kasus," ucapnya.

Sedangkan untuk kasus Konfirmasi Positif, lanjut Yeni, sebanyak 86 kasus terdiri 1 kasus isolasi mandiri, 11 kasus isolasi RS/perawatan, 71 kasus dinyatakan sembuh, dan 3 kasus meninggal.

Yeni menjelaskan, hari ini terdapat penambahan laporan kasus suspek COVID-19 sebanyak 29 orang, yaitu asal Kecamatan Karangpawitan sebanyak 1 orang, Kecamatan Kadungora sebanyak 1 orang, Kecamatan Leuwigoong sebanyak 1 orang, dan Kecamatan Cihurip sebanyak 26 orang.

"2 orang diantaranya dalam perawatan tim dokter RSUD dr. Slamet Garut," ujar Yeni.

Yeni memaparkan, deteksi dini pemeriksaan/pengambilan sampel Swab adalah cara untuk mendapatkan sampel (lendir) penderita yang digunakan untuk pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction). Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya infeksi COVID-19 pada seseorang.

"Pemkab Garut terus menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan di tengah pandemi COVID-19 ini dengan menjalakan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) diantaranya sering mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menghindari kerumunan serta menghindari kontak fisik seperti jabat tangan dan lainnya," ungkapnya.

Yeni mengingatkan, bahwa salah satu kunci utama kesuksesan dalam menekan penyebaran COVID-19 adalah kesadaran masyarakat. Olehnya itu, Kami mengajak seluruh masyarakat Garut agar senantiasa disiplin dan menumbuhkan budaya bersih secara berkesinambungan.

“Salah satu kunci utama menekan penyebaran COVID-19 adalah tumbuhnya budaya disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan COVID-19 serta menjaga kondisi kesehatan,” pungkasnya.

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Ambu dedi ASEP rumah 2 ASEP rumah