background img
bank bjb 1
Pemkot Bandung Lakukan Relaksasi Ekonomi di Sektor Pariwisata

Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kota Bandung, Tantan Surya Santana S.Sos M.M,I (Kanan). Foto: Dimas Madia.

Pemkot Bandung Lakukan Relaksasi Ekonomi di Sektor Pariwisata

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara bertahap memberikan relaksasi atau pelonggaran kepada beberapa sektor usaha untuk dibuka kembali. Salahsatunya adalah Pariwisata. Namun demikian, Pemkot Bandung tetap memberikan ketentuan protokol kesehatan yang sangat ketat ditengah pandemi Covid-19 ini.

 

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kota Bandung, Tantan Surya Santana S.Sos M.M,I menjelaskan, relaksasi dilakukan dengan beberapa ketentuan dan akan dibolehkan jika para pengusaha wisata bisa memenuhi persyaratan terkait penerapan protokol Kesehatan yang berlaku.

 

“Untuk Hotel dibolehkan 30% prasarananya, contohnya kolam renang tidak boleh, tempat karaoke juga belum boleh,” kata Tantan, saat memberikan keterangannya kepada m.sinarpaginews.com pada agenda Seminar dan UKW yang diselenggarakan PWI Kota Bandung, Selasa (5/9), di Hotel Court Yard by Marriot, Dago, Bandung.

 

Selanjutnya, Pemkot Bandung memberlakukan 3 M terhadap protokoler kesehatan, “Mencuci tangan, menjaga Jarak dan menggunakan masker,” tambahnya.

 

Selain itu, Tantan menjelaskan, relaksasi ini dilakukan guna pemulihan kembali ekonomi di Kota Bandung yang jatuh cukup parah. Akibat itu, Pemkot sampai saat ini hanya baru bisa menyerap PAD diangka 38% dari biasanya.

 

“Disektor Pariwisata banyak pengusaha yang tidak jalan sehingga berdampak terhadap PAD, terutama di sektor mikro seperti rias pengantin, seni budaya, fotografer, sewa tenda dan lain-lain, dampak itu langsung ke masayarakat banyak,” katanya.

 

Lebih Jauh Tantan mengatakan, relaksasi Pariwisata tersebut dilakukan karena PAD Kota Bandung didapat dari sektor Pariwisata dengan akumulasi terbesar dibanding sektor lainnya, maka relaksasi ini menjadi progres Pemkot Bandung untuk pemulihan ekonomi.

 

“PAD Pemkot Bandung 30% dari sektor Pariwisata, ada tempat hiburan dan rumah makan, saat ini setelah dilakukan relaksasi disektor Pariwisata itu, alhamdulillah tidak ada klaster baru, karena dengan protokol yang ketat,” tutupnya.

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Ambu dedi ASEP rumah 2 ASEP rumah