background img
bank bjb 1
Kumpul Bersama Pengusaha Muda, Dedy Yon: Pengusaha Harus Mampu Melihat Peluang

Kumpul Bersama Pengusaha Muda, Dedy Yon: Pengusaha Harus Mampu Melihat Peluang

TEGAL - Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M. meminta pengusaha harus mampu melihat setiap peluang yang ada. Pengusaha juga harus siap merasakan jatuh bangun dan suka duka dalam menjalankan usaha. Tidak hanya dilihat ketika pengusaha sukses, tetapi juga dilihat ketika dalam proses meraih kesuksesan.

"Jika sekilas dilihat bahwa berbisnis itu mudah. Akan tetapi, pengusaha harus siap merasakan jatuh bangun, suka duka dalam menjalani usaha. Tidak memandang seorang (pengusaha) saat sukses, akan tetapi proses meraih kesuksesan itu patut dijadikan teladan," tutur Dedy Yon ketika mengadiri Seminar Wirausaha yang diselenggarakan Forum Kewirausahaan Pemuda Kab Tegal di Hotel Grand Dian Slawi, Rabu (16/9).

“Pengusaha harus dapat membaca peluang, cari potensi usaha apa, bisa jadi melalui pertemuan ini ada kerjasama bisnis,” tambah Dedy Yon.

Turut hadir pada kegiatan itu Plt. Kepala Dinporapar Kab Tegal Suharinto yang mewakili Bupati Tegal, Rektor UMUS Brebes, para pengusaha dan lainnya. CEO Dedy Jaya Group Dr. (HC) Muhadi Setiabudi pun didapuk menjadi narasumber seminar tersebut.

Dedy Yon pun mengapresiasi seminar yang diselenggarakan oleh Forum Kewirausahaan Pemuda Kab Tegal. Menurutnya, kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan pemuda. Selain itu dapat dijadikan ajang pertemuan para pengusaha muda untuk menciptakan peluang usaha, bisa juga peluang kerjasama antar pengusaha.

Dedy Yon menuturkan, seorang pengusaha, saat bertemu pejabat, pengusaha harus memiliki ide bisnis. Pertemuan tersebut bisa jadi peluang kerjasama bisnis, misalnya pengusaha batik menawarkan kepada Walikota, CEO Dedy Jaya Group dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Muhadi Setiabudi menceritakan perjalanan bisnisnya sampai dengan saat ini. Muhadi mengungkapkan, awal karir pada dunia bisnis saat berusia 19 tahun.
Awal merintis bisnis, ungkap Muhadi, diberi pinjaman sebesar Rp. 50 ribu untuk mengawali usaha menjual bambu pada tahun 1981. Apabila modal tersebut disetarakan saat ini sekitar Rp 2 juta rupiah.
Dirasa kurang, Muhadi kemudian menambah pinjaman sebesar Rp 25 ribu.

Muhadi menceritakan, bahwa menjalankan usaha sekaligus menjadi kondektur bus. Muhadi berpesan untuk selalu menciptakan peluang dalam dunia usaha.

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Beebopp pa erwin ASEP PRESIDEN purwakarta 2