background img
bank bjb 1
Pupuk Bersubsidi Langka Di Karawang

Pupuk Bersubsidi Langka Di Karawang

KARAWANG,- Dinas Pertanian Karawang menjawab keluhan petani di Karawang terhadap menghilangnya atau kelangkaan pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pertanian Karawang, Hanafi mengatakan pupuk bersubsidi merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.

Kondisi pupuk urea di Jabar, Hanafi menyebut masih kurang 65 persen dari kebutuhan, sehingga untuk kuota di Karawang masih kurang.

"Kebutuhan petani di Karawang itu 56 ribu ton urea, sedangkan yang ada baru 38 ribu ton," katanya, pada wartawan

Sejak Agustus 2020, Hanafi mengatakan bahwa kuota telah habis tersalurkan.

Berdasarkan anjuran pusat penggunaan 200 kilogram per hektare saja cukup, karena lahan sawah di Karawang sekitar 95 ribu hektare.

"Jadi, dua kali tanam totalnya 190 ribu hektare dan dosis 200 kilogram terbilang cukup di angka 38 ribu ton. Tapi, kami sudah minta tambahan kuota pupuk subsidi dan masih menunggu," ujarnya.

Hanafi meminta para petani bersabar.

Sebab, surat permohonan usulan kuota penambahan pupuk bersubsidi 2020 ke Menteri Pertanian telah dilayangkan.

Berdasarkan e-RDKK 2020, kebutuhan pupuk urea di Karawang sebanyak 56.90 ton dan sampai akhir Agustus terealisasi penyaluran sebanyak 39.758 ton.

Sedangkan kuota yang dialokasikan hanya 38.890 ton.

Lalu, kebutuhan pupuk urea di September 2020 hingga Desember 2020 itu 17.149 ton.

"Sekarang permohonan kartu tani di Karawang saja sudah mencapai 66.385 kartu dan yang sudah dicetak lalu didistribusikan sebanyak 56.872 atau 87 persennya," ujarnya. (Ms)

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Ambu dedi ASEP rumah 2 ASEP rumah