background img
BJB 2017
Pembangunan Kesehatan menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014

Pembangunan Kesehatan menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014

SUKABUMI - Pembangunan Kesehatan menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, supaya terwujud derajat kesehatan warga masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) yang produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan pasal 2 Undang-Undang Nomor  36 Tahun 2009 dan pasal 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, bahwa kesehatan adalah keadaan yang sehat, baik fisik dan mental maupun spiritual dan sosial, yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, pada saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi Rakor (Rapat Koordinasi) PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) beberapa hari yang lalu, di Ruangan Pertemuan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Dijelaskannya, dalam agenda Nawacita Presiden RI pada skala prioritas yang ke 5, yakni Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia melalui Sektor Kesehatan yang meliputi 3 aspek, yakni Perubahan Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan dan Peningkatan Kepesertaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Adapun pendekatan keluarga, merupakan salah satu cara untuk Puskesmas, khususnya dalam meningkatkan jangkauan sasaran dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya masing-masing, dengan mendatangi setiap keluarga, untuk mendapatkan basis data yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sehingga bisa memotret profil kesehatan setiap keluarga, apakah termasuk Keluarga Sehat dan Pra Sehat atau Tidak Sehat, untuk ke depannya bisa digunakan sebagai bahan analisis dan perencanaan pembangunan kesehatan tahun 2018 di Kota Sukabumi.

Dikatakannya, pendataan yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan terhadap seluruh keluarga yang ada di Kota Sukabumi dengan melibatkan peran serta warga masyarakat, yakni para Kader dan Tokoh Masyarakat sebagai pendamping, meliputi 3 aspek masalah, yakni masalah kesehatan ibu, anak dan gizi, masalah penyakit menular dan tidak menular, serta masalah perilaku yang berbasis pada kesehatan lingkungan.

Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi juga menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, apabila menemukan masalah kesehatan di wilayahnya masing-masing yang memerlukan penanganan khusus dan harus secepatnya ditangani secara langsung, agar segera melaporkannya kepada aparat instansi terkait atau langsung kepada Wakil Walikota Sukabumi, untuk secepatnya ditindaklanjuti, ditangani dan diatasi dengan sebaik-baiknya.

Berita Lainnya
IKLAN BABEL 5 IKLAN TAHUN BARU ISLAM RADIO THOMSON1 HARI TAHUN BARU ISLAM
Hotel Pasa baru IKALAN KANG ERWIN IKLAN BABEL PPP IKLAN PARTAI DPI BABEL