background img
BJB 2017
Dinsos Kab. Sukabumi Selenggarakan Bintek Pembentukan SKS Tingkat Desa Tahun 2017

Dinsos Kab. Sukabumi Selenggarakan Bintek Pembentukan SKS Tingkat Desa Tahun 2017

Sukabumi - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi Selenggarakan
Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembentukan Satgas Kesetiakawanan Sosial
(SKS) Tingkat Desa se Kabupaten Sukabumi Tahun 2017, Pada Program
Pemberdayaan potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).
Kegiatan yang di buka secara langsung oleh Kepala Dinas Sosial
Kabupaten Sukabumi, di Aula Dinsos, diikuti sekira 50 orang peserta
dari LSM Barisan Evakuasi Tanggap Bencana (Bareta) Indonesia,
Dibentuknya SKS di Kabupaten Sukabumi merupakan upaya untuk terus
meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sosial, ekonomi,
budaya,Pendidikan, kesehatan di tengah-tengah masyarakat secara luas,
sehingga melalui Bimtek tersebut diharapkan para anggota SKS dapat
berperan secara aktif menyikapi permasalahan-permasalahan sosial di
wilayahnya masing-masing sehingga dengan begitu diyakini hadirnya SKS
di desa-desa dapat membantu meningkatkan kesejahteraan sosial
masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kab. Sukabumi H Iwan Ridwan usai memberikan
sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimtek SKS kepada
Sinar Pagi News menuturkan, "dewasa ini perkembangan jumlah serta
penyebaran populasi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS),
terus meningkat dan memprihatinkan, hal itu apabila tidak secara
serius dan kurang optimal dalam penanganannya, di khawatirkan, kedepan
akan memicu semakin meningkatnya populasi tersebut dengan tingkat
permasalahan yang semakin tinggi.

Dengan terbentuknya SKS tentu peran serta para anggota satgas secara
aktif akan membantu dalam penangan-penangan permasalahan sosial
karena, Satgas ini secara langsung dapat memantau persoalan -
persoalan sosial yang terjadi wilayah tugas/Desanya masing masing,
yang selanjutnya mereka dapat mendiskusikan serta mengkomunikasikan
segala bentuk permaslahan sosial yang terjadi sehingga pemerintah
melalui dinas-dinas terkait, secara bersama-sama dapat mendiskusikan
di dalam menentukan solusi-solusi untuk penanggulangan dan
penanganannya".
Namun jika hanya melibatkan 50 orang Satgas untuk memantau wilayah
Kabupaten yang cukup luas, dinilai sangat sulit untuk mencapai
maksimal, untuk itu dibutuhkan Satgas minimal Satu Desa Satu SKS
Karena Kalau hanya mengandalkan satu orang satgas untuk mengakomodir
satu kecamatan kecil kemungkinan bisa memantau
permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat secara
maksimal, imbuhnya.

Tak hanya itu saja setiap anggota SKS penting untuk melakukan
pertemuan-pertemuan secara kontinyu baik itu dalam bentuk pembinaan
maupun dalam bentuk diskusi untuk saling bertukar informasi setiap
permasalahan yang terjadi di wilayah tugasnya masing-masing, sehingga
dengan komunikasi dan diskusi yang di bangun secara aktif, akan
menghasilkan pemikiran-pemikiran di dalam menentukan solusi-solusi
yang tepat dalam rangka pencegahan dan penanganan setiap permasalahan
sosial yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, tandasnya.
Ketua Umum DPP Bareta Indonesia Djunaedi Tanjuang, menuturkan, tugas
mereka adalah memantau permasalahan Sosial di tingkat Desa
selanjutnya di dalam pencegahan dan penanganan serta penanggulangannya
secara aktif melaporkan serta selalu berkoordinasi dengan pemerintah
Desa/Kecamatan melalui Kaur Kesra, TKSK, PKH, Institusi/Instasnsi
pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya

Pembentukan SKS ini mengarah kepada program Bupati yaitu Sukabumi
lebih baik, upaya Bareta Indonesia untuk mendorong dan mewujudkan
program Bupati tersebut, kami dedikasikan secara penuh dalam bentuk
pemantauan, pencegahan dan penanggulangan bencana baik itu alam maupun
bencana sosial, dengan hadirnya SKS di setiap Desa tentu akan berperan
secara aktif minimal mereka dapat melaporkan setiap Permaslahan
bencana yang terjadi di Desanya masing-masing, dan lebih jauhnya dapat
memutuskan mata rantai yang mengarah kepada permasalahan bencana
sosial, seperti memutus mata rantai peredaran Narkoba, Perdagangan
Manusia, dan mata rantai mata rantai lainnya yang dapat mengarah
kepada tindakan yang dapat merugikan.

Anggota SKS yang di bentuk dan di berikan Bimbingan Teknis adalah
anggota LSM Bareta dari masing masing Desa di Kabupaten Sukabumi.
Bareta Indonesia di bentuk dan di besarkan di Sukabumi, adalah salah
satu lembaga untuk mewadahi setiap Individu yang memilki Jiwa dan
Kepedulian sosial yang cukup tinggi, sehingga hadirnya LSM Bareta
Indonesia di Sukabumi, bukan hanya sekedar LSM tetapi, kehadiran kami
dapat memberikan kontribusi yang cukup baik terlebih di dalam
mendukung serta mendorong Pembangunan Sukabumi Kearah yang semakin
baik, oleh karenanya setiap anggota LSM Bareta senantiasa memiliki
sifat dan sikap tanggap terhadap permasalahan, pencegahan dan
penanganan Bencana baik bencana alam maupun bencana Sosial,
pungkasnya.

Berita Lainnya
IKLAN BABEL 5 IKLAN TAHUN BARU ISLAM RADIO THOMSON1 HARI TAHUN BARU ISLAM
Hotel Pasa baru IKALAN KANG ERWIN IKLAN BABEL PPP IKLAN PARTAI DPI BABEL