background img
bank bjb
Setoran Saprodi Poktan Kubu Raya Tahun 2014 Masuk Ke Rekening Oknum Anggota DPRD Kalbar Kubu Raya

Setoran Saprodi Poktan Kubu Raya Tahun 2014 Masuk Ke Rekening Oknum Anggota DPRD Kalbar Kubu Raya

Pemerintah Pusat telah menggelontorkan dana Rp 20 miliar lebih sumber dana APBN 2014 untuk kegiatan Proyek Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) di Kabupaten Kubu Raya. Namun sangat disayangkanhanya separo yang sampai ke tangan petani.Hasil investigasi tim media, menemukan sejumlah fakta bahwa proyek SL-PTT 2014 baru dilaksanakan dalam bentuk pengadaan pupuk dan herbisida pada Februari dan Maret 2015, sehingga dalam hal waktu pelaksanaan saja sudah dikategorikan proyek fiktif. Apalagi dengan Poktan tidak menerima dana, melainkan berupa Saprodi, ini jelas melanggar mekanisme SL-PTT.Selain itu, dari beberapa keterangan yang berhasil di himpun dari Poktan dikatakan kalau buku rekening semua Poktan dipegang oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) masing-masing yang diduga merupakan perpanjangan tangan pihak ketiga (calo) pengadaan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi). Saat dana yang rata-rata diatas Rp 20 juta/poktan masuk ke rekening, PPL dan pihak ketiga mencairkan sendiri dananya tanpa melibatkan ketua Poktan, tentunya berbekal slip penarikan kosong yang sebelumnya tanpa disadari ketua Poktan telah ditandatangani. Kemudian, pihak ketiga membelanjakan separo dana tersebut untuk Saprodi petani.Bahkanyang anehnya lagi, semua Kelompok Tani (Poktan) tidak mengetahui isi buku rekening mereka yang mewadahi kucuran dana proyek tersebut.Salah seorang Poktan yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan Bukan saja mencairkan dana di belakang Poktan, kami bahkan tidak diberi peluang menentukan jenis keperluan prioritas yang harus dibeli, misalnya alat-alat kerja seperti hand sprayer. Hanya berupa Saprodi pupuk dan herbisida, dengan merk/jenis dan jumlah yang belum tentu sesuai kebutuhan, ungkap seorang ketua Poktan di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya saat ditemui beberapa waktu lalu.Seorang ketua Poktan di Kecamatan Sungai Raya kepada media inimenjelaskan, dirinya hanya dimintai tanda tangan di atas kertas kosong saat pembukaan rekening bank.Saya hanya diminta tanda tangan saja. Tidak tahu sama sekali berapa dana masuk ke rekening kelompok tani, begitu juga dana yang dikeluarkan. Semua diatur Ibu Ningrum selaku PPL, mulai pembukaan rekening kelompok, masuk dan keluarnya dana sampai pengadaan Saprodi, akunya.Pria yang enggan identitasnya dipublikasikan ini menyatakan, Poktan yang diketuainya hanya menerima barang belanjaan, itupun baru ada di Bulan Pebruari 2015. Barang/Saprodi dimaksud berupa pupuk cair (MCM) 40 liter, herbisida (racun rumput) merk Pastop 100 liter, urea bersubsidi 1,25 ton dan NPK bersubsidi merk Phonska 1,25 ton.Berdasarkan pengakuan serupa dari segenap Poktan lainnya, pengadaan tiap Poktan hanya senilai Rp 13 juta, atau tidak lebih dari 50 persen dari dana yang tersedia dalam rekening Poktan. UJS beserta kroninya diduga sengaja memanfaatkan dana SL-PTT untuk kepentingan pribadi. Selain merusak mekanisme yang berlaku, perbuatan ini telah merugikan negara lebih Rp 10 miliar.Perlu diusut tuntas, timpal seorang ketua Poktan Kecamatan Sungai Kakap.Untuk memperjelas permasalahan tersebut media ini mendatangi Kantor PPL Pertanian Kubu Raya untuk mengkonfirmasi Ibu Ningrum, namun sangat disayangkan 2 kali media ini menyambangi Kantor PPL Pertanian yang berada di Kampung Arang Kab.Kubu raya, Ibu Ningrum selalu tidak berada di tempat, bahkan keterangan yang di dapat dari sejumlah pegawai PPL mengatakan kalau persoalan ini sedang di tangani oleh Pihak Kejaksaan dan kami semua sudah di periksa untuk di mintai keterangan Pak,Ungkapnya.Sementara itu, Media ini juga mencoba mengkonfirmasi UJS salah satu Oknum Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Barat dari Partai Amanat Nasional yang di sebut-sebut penerima Aliran Dana Transferan dari Poktan yang di transfer melalui rekening Bank BNI pada Oktober 2014 lalu.Namun sangat disayangkan juga, beberapa kali media mencoba menyambangi Gedung DPRD Propinsi Kalimantan Baratdan bertanya ke Fraksi UJS, UJS selalu tidak ada di dalam ruangan Fraksinya. Bahkan media ini mencoba mendatangi kediaman UJS yang berada di salah satu Kompleks dibilangan Parit H.Muksin namun rumah yang bersangkutan selalu tertutup, kemudian media ini menyambangi Rumah UJS yang lain, yang berada di salah Kompleks Perumahan elit di Sungai Raya Dalam namun sayang UJS juga tidak ada di tempat, Satpam Komplek mengatakan Kalau UJS sudah beberapa hari tidak ada dirumah, sedang keluar kota bersama Istri,Ujar Satpam Kompleks.Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Ir.Gandhi Setya Nugraha saat di konfirmasi via Phone mengenai Persoalan Proyek SL-PTT tahun Anggaran 2014 Sumber Dana APBNyang di duga ada keterlibatan Oknum Anggota DPRD Propinsi Kalimantan selaku penerima Dana Transferan Saprodi dari sejumlah Gapoktan di Kabupaten Kubu Raya mengatakan mengenai permasalahan itu saya tidak tau, karena waktu itu bukan saya, karena kalau saya menjawab , saya takutnya nanti salah salah pula jawaban saya, yang jelas permasalahan itu saat ini sih sudah di tangani oleh pihak Kejaksaan,Ungkap Gandhi.Hingga berita ini di turunkan Ibu Ningrum (Oknum PPL) dan UJS (Oknum Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Barat) belum berhasil di konfirmasi(Dwi.K/Tim)
Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS