Kamis, 18 Desember 2014 | 19:24 WIB Last Update: 2014-12-18 19:23:20

Ekonomi

Angka Kemiskinan Kalbar Menurun 8,48 %

Dirilis oleh Gunawan.W, Kamis, 19 April 2012 | 12:35 WIB
Telah dibaca 513 kali

Pontianak- Pengurangan angka kemiskinan menjadi salah satu ideologi dan prioritas, oleh sebab itu Pemerintah Kalbar telah berusaha untuk pengentasi angka kemiskinan tersebut dengan melakukan gerakan pengentasan kemiskinan berbasis masyarakat, program yang sudah ada dioptimalkan serta disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Paradigma bahwa Pemerintah sebagai penolong orang miskin harus diubah, oleh karenanya pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah memperkuat program pengentasan kemiskinan berbasis masyarakat.

Kebijakan tersebut telah menunjukan keberhasilan Kalbar dalam menekan angka kemiskinan hingga turun menjadi 8,48 %.
Meskipun masih ada terdapat 10 Kabupaten yang tergolong tinggal dan miskin dari 12 Kabupaten dan 2 Kota di Kalimantan Barat.
Tapi kinerja pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat baik dan stabil
Hal tersebut disampaikan Sekda Kalbar Drs.M.Zeet Hamdy Assovie,MTM saat menerima romobongan peserta Studi Lapangan Diklatpim II Lan Angkatan 33 baru-baru ini di Balai Petitih Kantor Gubernur, Senin ( 16/4).

Kinerja investasi Provinsi Kalimantan Barat sangat baik dan menunjukan peningkatan, dimana pada tahun 2011 Pemerintah Kalbar telah banyak melakukan terobosan dan upaya dalam bidang investasi, antara lain pada kebijakan jangka menengah dan potensi investasi, dimana rata-rata pertumbuhannya pada tahun 2011 sebesar 9 %.
Sehingga dari pertumbuhan investasi tersebut secara Nasional sangat baik dengan diberikannya Pemerintah Provinsi Kalbar penghargaan dari Pemerintah Pusat.

Dalam mempercepat pembangunan ekonomi untukmeningkatkan daya tahan ekonomi dan daya saing daerah Kalimantan Barat, maka dalam pembangunan makro ekonomi dilakukan dengan pembangunan kewilayahan, pembangunan kawasan- kawasan industri serta pengembangan kawasan daya saing daerah dengan sistem regional managemen yaitu regional Singbebas ( Singkawang, Bengkayang dan Sambas ).
Regional Management Kapuas Kab Sekadau, Melawi, Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu.
Untuk wilayah kepulauan dan pesisir yaitu Kabupaten Pontianak, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Pengembangan kawasan ekonomi terpadu Sanggau dengan demikian diharapkan dapat memacu laju pergerakan ekonomi Kalimantan Barat.
Untuk menekan angka pengangguran di Kalimantan Barat dimana sebelumnya tahun 2010 sebesar 4,62 % dapat ditekan menjadi 3,88 % pada tahun 2011 ini melampaui angka pengangguran Nasional.