Jumat, 19 Desember 2014 | 19:52 WIB Last Update: 2014-12-19 19:46:47

Nasional

Tujuh Pati TNI Naik Pangkat

Dirilis oleh Wry, Senin, 9 Sepember 2013 | 19:59 WIB
Telah dibaca 434 kali

CILANGKAP, --Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat Tujuh Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari 4 Pati TNI Angkatan Darat dan 3 Pati TNI Angkatan Laut, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (9/9/2013).
 
Laporan Korps Kenaikan Pangkat tersebut berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor : Sprin/2076/IX/2013 tanggal 4 September 2013 tentang kenaikan pangkat ke dalam golongan Pati TNI.
 
TNI Angkatan Darat yaitu:  Mayjen TNI Dodi Usodo Hargo S.,S.I.P. (Wadan Kodiklat TNI AD), Brigjen TNI Mulyanto (Danpussenkav Kodiklat TNI AD), Brigjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah (Danrem 072/Pmk Kodam IV/Dip), Brigjen TNI Gede Kusuma Arta (Dirdik Kodiklat TNI AD). TNI Angkatan Laut, yaitu : Laksda TNI Widodo, S.E. (Dankobangdikal), Laksda TNI Sugeng Darmawan, S.E. (Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Wasantara Lemhannas), Brigjen TNI (Mar) Guntur Irianto Ciptolelono (Wadan Paspampres).
 
Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan, yang harus dipahami bahwa kenaikan pangkat bukan hadiah tetapi kenaikan pangkat adalah prestasi, sehingga ada sejumlah tuntutan dimana semakin tinggi pangkat dan jabatan dibutuhkan loyaliti, kesetiaan seseorang kepada organisasi dan negara sehingga semakin keatas semakin menonjol nilai dan derajatnya.
 
Jenderal TNI Moeldoko juga menyampaikan bahwa kesetiaan kepada organisasi tentunya akan diwujudkan tidak saja menyenangi dan mengagumi pilihan karir yang dipilih, akan tetapi dengan bentuk pengabdian yang utuh. Tidak ada lagi seorang perwira tinggi mendapatkan jabatan apapun namanya tidak bergairah. Bentuk pengadian seorang perwira tinggi menjadi atensi dan harapan bagi bawahan, sehingga kehadirannya harus dapat memberi harapan baru bagi organisasi.
 
Sebelum mengakhiri sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menekankan tentang Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanta) yang ada di dalam doktrin pertahanan, dapat terbangun apabila terjadi kemanunggalan TNI dengan rakyat. Bersama rakyat TNI akan kuat. Hal ini adalah pemikiran strategis jangka panjang dan harus dilakukan. Jenderal TNI Moeldoko juga menekankan pentingnya satu satuan komando yang merupakan azas yang harus dilakukan bersama.
 
Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Kasad, Kasal, Kasau, Irjen TNI, Koorsahli Panglima TNI, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI.