background img
bank bjb
Debut RA Pictures Memilih Film Turki ”SICCIN 6”. Menjadi Importir, Ini Alasannya

Debut RA Pictures Memilih Film Turki ”SICCIN 6”. Menjadi Importir, Ini Alasannya

JAKARTA, - PT. RFA Film Internasional atau yang selama ini lebih dikenal sebagai RA Pictures melakukan gerakan baru dalam industri perfilman Indonesia dengan menjadi importir film asing untuk ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia. Untuk debutnya RA Pictures memilih film dari Turki yang berjudul ”SICCIN 6”.

Kenapa RA Pictures memilih film dari Turki bukan film Hollywood, Mandarin, Bollywood atau Iainnya? Hal ini dilakukan agar masyarakat Indonesia memiliki pilihan lain diluar fIIm-fllm dari yang sudah disebutkan tadi. Selain itu juga, masyarakat lndonesia sudah akrab dengan serial TV asal Turki.

"Yang jelas buat saya satu pengharhaan bisa bawa film ini ke indonesia. Kita bersaing ketat gimana caranya film ini dapat hadir di Indonesia," ujar Raffi Ahmad saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

"Sebenarnya dari konsep film merupakan satu kesatuan, ini episode terakhir tapi tetep ada adegan flash back," ungkapnya.

"Gue masih muda apa yang gue kerjain, menggali potensi kenapa nggak. Kalau bisnis kan ada untung ada rugi. Kalau rugi yah jangan kapok,"pungkasnya.

Film SICCIN (SIJJIN lndo) sangat popular di Turki sehingga sudah dibuat hingga seri ke-6 nya dan instalment ke-6 ini lah yang akan ditayangkan di Indonesia dan juga memilik dari beberapa reviewer film independen yang mengatakan bahwa seri ini cukup seram bahkan sebanding dengan beberapa film horror Hollywood yang cukup dekat dengan masyarakat Indonesia. Bahkan seri SICCIN ini disebutkan termasuk dalam jajaran film horror terseram yang tidak populer di Indonesia sehingga memperkuat niat RA Pictures untuk memasukkan Film ini ke lIndonesia.

PT. RFA Film Internasional mengembangkan sayapnya sebagai importir film setelah sebelumnya dikenal sebagai Production House yang memproduksi film. Hal ini dilakukan karena saat ini film-film asing yang ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia masih di dominasi oleh film-film Hollywood, Bollywood dan Mandarin yang mulai juga diikuti filmfilm asal Korea Selatan.

Film asal Turki ini dipilih selain karena kepopu|erannya di kalangan penggemar film horrorjuga karena dalam beberapa tahun terakhir ini Turki juga semakin dekat dengan masyarakat Indonesia. Ini bisa dilihat dari banyaknya serial asal Turki yang ditayangkan TV-TV nasional. Oleh karena itu diharapkan para penggemar serial tersebut mempunyai tontonan alternative di bioskop Indonesia. (rul).

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Jadiri  tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 DEWAN BREBES
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4