background img
bank bjb
100 Mantan Pecandu Narkoba Siap Tampil di Konser Cukup Gue Aja Orkextra. 28 Januari Mendatang

100 Mantan Pecandu Narkoba Siap Tampil di Konser Cukup Gue Aja Orkextra. 28 Januari Mendatang

Jakarta, -- Bertujuan menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkoba, Yayasan Sahabat Rekan Sebaya menggandeng Deteksi Production menyiapkan konser orkestra seratus mantan pecandu yang akan dihelat di Hotel Grand Kemang Jakarta, 28 Januari mendatang.

“Konser nanti kami ingin menyampaikan pesan melawan narkoba, merupakan pesan moral demi menghilangkan kesan negatif terhadap mantan pecandu narkoba, karena mereka masih punya karya yang bisa diapresiasi dan dibanggakan ditengah-tengah masyarakat”, kata promotor Deteksi Producion, Harry ‘Koko’ Santoso, di Jakarta, Rabu (22/1).

Pada acara konser tersebut akan hadir sejumlah musisi, aktris dan beberapa komunitas pendukung Konser Cukup Gue Aja OrkExtra, yakni Moliano in Rock dari Singapura yang juga Presiden Malay Youth Performing Arts serta musisi dari Australia,
Brunei dan Malaysia.

Rangkaian kampanye ini, kata Koko, akan digaungkan juga ke seluruh pelosok Indonesia dengan melibatkan para musisi indie. Sebagai penggagas dari International Indie Music Festival, Koko yakin, kampanye yang melibatkan mantan pecandu ini akan jauh lebih efektif. “Bagi kami kampanye ini sangat positif untuk mendukung pemerintah yang ingin menjauhkan Indonesia dari bahaya narkoba,” ujarnya.

dr Aisyah Dahlan, owner Dari Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, menjelaskan konser orkestra seratus mantan pecandu ini nantinya
melibatkan musisi dari lintas usia. “Dari usia yang paling muda, 16 tahun, sampai ada yang 55 tahun. Mereka semua sudah terbebas dari narkoba,” katanya.

Aisyah menjelaskan dalam membantu memulihkan para pecandu dari ketergantungan narkoba banyak hal yang harus dilakukan. Salah satunya, kata dia, dengan mengaktifkan saraf pada bagian lobus parentalis di bagian otak manusia.
Fungsi dari bagian ini, kata dia, menyimpan program watak dan bakat.

“Ketika para pecandu itu tergantung pada narkoba maka bagian otak yang terganggu ada di bagian parental (depan). Fungsi bagian ini sebagai pengingat. Nah untuk itulah kita harus mengisi ingatan barunya dengan kegiatan positif sekaligus mengaktifkan kembali bagian lobus pada otak yang berisi watak dan bakat mereka,” kata dokter yang sudah sejak 1998 menggeluti layanan pemulihan pecandu narkoba ini.

Aisyah juga menjelaskan kampanye melawan narkoba ini diperkuat juga dengan komunitas #CukupGueAja yang menjadi wadah para mantan pecandu. Ia mengaku kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan ketergantungan narkoba itu tidak hanya musik saja. “Tapi kita juga memiliki kegiatan seperti melukis, olahraga, serta beberapa kegiatan lainnya yang bisa mengaktifkan bakat para mantan pecandu,” ujarnya.

Dengan digelarnya pertunjukkan musik tersebut dapat menjadi salah satu wadah bagi para mantan pecandu itu untuk tetap mengolah bakatnya dan melupakan memori adiksinya. Sekaligus juga menjadi bentuk peringatan kepada mereka yang belum pernah menggunakan narkoba. "Makanya namanya 'Cukup Gue.' Biar jadi peringatan ya cukup gue aja yang kena. Lo jangan," tutur dr Aisah.

Sementara itu, Mayjen Achmad Yuliarto dari Lemhanas, menyambut positif adanya kegiatan ini. Ia menilai kegiatan kampanye melawan narkoba lewat musik ini menjadi bagian dari program milenial kebangsaan. “Tentunya sebagai lembaga think tank nasional, kegiatan ini sangat kami dukung karena menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan nasional, khususnya serangan narkoba kepada kelompok generasi muda,” katanya.

Berita Lainnya
radio  thomson bank bjb bawah iklan umroh astra motor