background img
bank bjb
Seto Mulyadi Apresiasi film 4 Mantan, Kampanyekan Agar Tidak Melakukan Kekerasan Terhadap Anak

Seto Mulyadi Apresiasi film 4 Mantan, Kampanyekan Agar Tidak Melakukan Kekerasan Terhadap Anak

JAKARTA - Film 4 Mantan resmi diperkenalkan ke publik. RA Pictures selaku rumah produksi yang menaungi penggarapan film tersebut baru saja menggelar gala premiere di di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2019).

Selain diramaikan para pemain, sesi gala premiere film 4 Mantan turut dihadiri Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi. Dalam sesi jumpa pers yang digelar sebelum gala premiere, pria yang biasa disapa Kak Seto menyambut positif kehadiran film besutan Hanny R. Saputra.

Kak Seto mengatakan bahwa film bergenre thriller ini, mengedukasi kepada penonton untuk tidak melakukan kekerasan terhadap anak.

“Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pemain dan sutradara film 4 Mantan, karena jalan ceritanya sangat bagus. Intinya dari film ini adalah mengkampanyekan agar stop kekerasan kepada anak,” ujar Kak Seto usai gala premier film 4 Mantan.

Pria kelahiran Kabupaten Klaten tersebut, mengajak agar para orang tua untuk mendidik anaknya dengan cinta dan kasih sayang. Sebab, hal itulah yang dibutuhkan bagi seorang anak. “Saya juga menganjurkan kepada para orang tua untuk tidak mendidik anak-anaknya dengan kekerasan,” tegasnya.

Film yang disutradarai Hanny R Saputra ini mengisahkan tentang dampak dari kekerasan orangtua dalam mendidik anak. “Bukan zamannya lagi seorang anak mendapat perlakukan kasar atau dengan kekerasan. Sekarang zamannya mendidik anak dengan penuh kasih sayang dan cinta,” ujar Kak Seto.

Film 4 Mantan bercerita tentang empat gadis yakni Sara, Airin, Rachel dan Amara yang tanpa sengaja dipertemukan oleh satu kejadian, berita kematian mantan pacar mereka, Alex. Ternyata Alex meninggalkan surat untuk mereka dan mengatakan kalau mereka menerima surat itu setelah Alex meninggal maka pembunuhnya adalah salah satu diantara mereka.

“Dari awal sampai akhir saya terpukau menonton film ini. Yang paling penting adalah mengubah paradigma masyarakat untuk tidak mendidik anak dengan kekerasan,” tutupnya.

Berita Lainnya
radio  thomson bank bjb bawah iklan umroh astra motor