background img
bank bjb 1
Memberi Kepedulian Keluarga Hunian di Bawah Jembatan

Lisna (30) menggendong anak balitanya. Sehari-hari, ia membersihkan kaca-kaca mobil pengguna jalan Cut Meutia, Margahayu, Bekasi Timur. (ACTNews/Fhirlian Rizqi)

Memberi Kepedulian Keluarga Hunian di Bawah Jembatan

Bekasi - Bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda, relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kota Bekasi dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kota Bekasi mendistribusikan paket pangan berupa beras dan sejumlah minuman kemasan kepada keluarga prasejahtera di bawah jembatan Lampu Merah Simpang Cut Meutia, Margahayu, Bekasi Timur, Rabu (28/10).

 

Selain membagikan paket pangan, para relawan MRI Kota Bekasi juga mengajak para anak-anak yang rerata merupakan pelajar ini untuk mendklarasikan Sumpah Pemuda. Hal tersebut untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme kepada mereka. 

 

Salah satu penerima manfaat, Lisna (30), mengungkapkan rasa senangnya mendapatkan bantuan pangan tersebut. Ia bersyukur masih ada yang peduli terhadap sesama di tengah sulitnya kondisi ekonomi yang terjadi. “Alhamdulillah senang banget, terima kasih ACT atas bantuannya,” ujar Lisna.

 

Lisna yang berprofesi sehari-hari sebagai pembersih kaca mobil di lampu merah mengaku sangat terdampak pandemi, meski begitu ia tetap bersyukur masih bisa membantu suami menafkahi keluarga untuk sekadar makan sehari-hari.

 

“Monceng saya sudah semenjak pandemi aja. Sebelumnya ikut bapaknya sama anak-anak nyari barang bekas di Pasar Baru, kita jual seminggu sekali. Alhamdulillah kalau monceng sama jual barang bekas cukup buat sehari-hari,” katanya.

 

Sementara itu, penerima manfaat lain, Latif (55), mengaku tidak menyangka atas kepedulian yang disalurkan kepada anak-anak setempat. “Memang mereka bukan anak-anak jalanan, mereka hanya enggak beruntung. Sekolahnya terpaksa terhambat karena tidak mampu beli kuota di masa pandemi ini. Boro-boro kuota hapenya saja ganti-gantian ini,” ujar Latif yang merupakan bapak asuh dari anak-anak yang ada.

 

Latif (55) dan Ishaq Maulana sedang berdikusi di tengah berlangsungnya distribusi bantuan pangan untuk keluarga prasejahtera di bawah jembatan. (ACTNews/Fhirlian Rizqi)

 

Terdampak pandemi

Latif menyampaikan, di bawah jembatan tersebut saat ini ada sekira 30 anak-anak yang biasa singgah di tepi sungai yang melintas. Apabila kondisi normal, anak-anak tersebut memilih melanjutkan untuk berjualan tisu dan membersihkan kaca mobil di lampu merah sepulang sekolah. 

 

“Sekarang sekolah online, mereka hampir setiap hari di sini. Semenjak dampak Covid-19 mereka di sini, saya juga enggak bisa dagang. Yang biasanya dagang sayur keliling, teman-teman yang lain juga enggak bisa dagang jadi akhirnya pada ganti jadi pemulung, jadi banyak perumahan yang di-lockdown di sekitar Bekasi Timur, sayuran enggak habis, modal jadi tidak mutar,” ungkap Latif.  

 

Sementara itu Kepala Cabang relawan ACT Bekasi Ishaq Maulana mengatakan, paket pangan yang didistribusikan jadi salah satu bentuk kepedulian ACT dan juga para donatur terhadap keluarga prasejahtera yang singgah di lokasi tersebut. 

 

“Semoga silaturahim ini bisa jadi jalan kebaikan. Semoga juga apa yang kita sampaikan berupa titipan dari para dermawan di luar sana ini turut menguatkan teman-teman di sini. Kami juga senantiasa selalu mengajak sahabat dermawan untuk peduli terhadap saudara-saudara kita dengan menyalurkan sedekah terbaik,” kata Ishaq.

 

Selain itu mari kembali kita bantu mereka dengan memberikan sebersit harapan, memperpanjang masa depan mereka, setelah para relawan memberikan santunan, kita sedekahkan harta kita untuk mereka, salurkan kepedulian anda kepada Lembaga kemanusiaan ini:

 

Berita Lainnya
PDAM Kota BDG babael HUT Tegal 5 bjb
Brebesa 4 Brebes Paguyuban Asep Dunia HUT Tegal