background img
Leaderboard BJB 2018
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin jalani tes kesehatan

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin jalani tes kesehatan

JAKARTA - Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, hari Minggu (12/08).

Tes kesehatan ini merupakan salah satu syarat dalam pemilihan presiden mendatang.

Jokowi-Ma'ruf merupakan pasangan bakal capres-cawapres pertama yang menjalani pemeriksaan kesehatan, sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dijadwalkan menjalani tes kesehatan keesokan hari Senin (13/08).

Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Jokowi yang mengenakan kemeja berwarna putih dengan corak tulisan 'bersih, merakyat, kerja nyata' mengungkapkan dirinya dan Ma'ruf telah berpuasa sejak malam hari guna keperluan cek laboratorium saat tes kesehatan.

"Ini saya dan Pak Ma'ruf puasa sejak jam 10 malam," ujar Jokowi kepada awak media di RSPAD Gatot Subroto.

Meski pemeriksaan kesehatan ini bukan pertama kali bagi Jokowi, dia mengaku tidak tahu apa-apa dan mengikuti semua prosedur yang ada.

Sementara, Ma'ruf Amin yang berusia 75 tahun ini dan baru pertama kali menjalani tes kesehatan mengatakan tak memiliki persiapan khusus sebelum menjalani tes kesehatan.

Sebanyak 50 dokter dan 14 dokter spesialis ditugaskan memeriksa keduanya.

Selain menjalani rangkaian tes mulai dari pemeriksaan mata, telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), organ tubuh bagian dalam.

Keduanya juga menjalani pemeriksaan kejiwaan lewat psikotes serta bebas penyalahgunaan narkotika.

Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Mayjen TNI Terawan Agus Putranto menyebut pemeriksaan kesehatan kali ini terdapat teknologi baru yang lebih mutakhir.

Tujuannya, supaya hasil pemeriksaan kesehatan lebih akurat.

Merujuk pada peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), calon presiden dan calon wakil presiden wajib menjalani tes kesehatan, guna memastikan keduanya mampu menjalankan tugas secara jasmani dan rohani sesuai standar pemeriksaan kesehatan ini ditentukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Penilaian kesehatan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang selanjutnya diatur dengan Peraturan KPU RI Nomor 22 tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Ilham Oetama Marsis mengungkapkan tim pemerkiksa kesehatan merupakan tim gabungan IDI dan RSPAD Gatot Subroto.

"Tim terdiri dari dokter spesialis, dokter gigi spesialis dan tenaga kesehatan lain," ungkap Ilham.

Ia menambahkan banyak persyaratan untuk dapat menjadi tim pemeriksa, salah satunya adalah memiliki masa kerja 15 tahun atau lebih sebagai dokter spesialis, bukan anggota partai, bukan sebagai dokter pribadi bakal calon atau sebagai anggota dokter kepresidenan, dan mendapat surat tugas dari perhimpunan dokter spesialisnya.

"Seluruh tim terikat kepada Sumpah dan Kode etik sehingga wajib menjalankan pemeriksaan dengan profesional dan independen," jelas Ilham. Lama pemeriksaan sendiri memakan waktu antara 9-12  jam dengan diselingi waktu istirahat.

Hasil pemeriksaan paling lambat harus disampaikan kepada KPU dua hari setelah pemeriksaan selesai dilakukan.(spn/bbc)

Berita Lainnya
IKLAN BREBES 4 BREBES 5 square 3 KPU KAB. PURWAKARTA
beboop BANASPATI PMI brebes
Pengumuman KPU Kota Malang amanah umah iklan motor Jamsostek nebeng