background img
Leaderboard BJB 2018
Aktifitas Tambang Rajuk Ilegal Dalam Kawasan Hutan Lindung Desa Ketap Terus Berlangsung

Tambang Ilegal Rajuk Kolong Pelampung Desa Ketap, Parittiga

Aktifitas Tambang Rajuk Ilegal Dalam Kawasan Hutan Lindung Desa Ketap Terus Berlangsung

Aparat Kepolisian Dan Kehutanan Dinilai Hanya Razia Seremonial

Parittiga,Sinarpaginews.com – Aktifitas penambangan pasir timah sistim rajuk dalam kawasan hutan lindung ( HL ) di Desa Ketap masih terus berlangsung, penambangan itu mencerminkan ketidak tegasan baik petugas Kepolisian maupun Kehutanan dalam melakukan razia,karena meskipun berulang kali dilakukan razia sifatnya hanya seremonial seperti hanya teguran saja kepada para penambang

Diketahui sebelumnya wilayah tersebut ( kolong mayat, kolong pelampung dan eks Tambang besar ) masuk dalam kawasan Hutan Lindung ( HL ) bahkan telah berulang kali penambang dalam kawasan itu diberi peringatan baik oleh petugas Kepolisian khusunya Polres Bangka Barat maupun Polsek Jebus bahkan pihak KPH Jebus,namun,penambangan masih terus berlangsung.Rabu ( 21/11/2018 )

 

Kepulan asap hitam dari puluhan kenalpot mesin dompeng dari puluhan ponton tambang timah sistim rajuk serta para penambang terlihat sedang melakukan aktifitas, tidak hanya itu, dua unit alat berat jenis escavator merk Komatsu berwarna kuning, ikut bagian dalam memporakporandakan tanah dalam kawasan HL Desa Ketap itu

 

 

Menurut sumber sinarpaginews.com,berinisial Ds ( 55 ) penambang dalam kawasan itu,meskipun penambangan itu sering dilakukan penertiban oleh pihak berwenang, kegiatan tersebut pun masih terus berlangsung, bahkankata dia, bahwa, siapa saja yang akan beraktifitas dalam kawasan itu tetap harus setor kepada panitia group SR senilai Rp 10 juta.

 

 

"Siapa berani bayar Rp 10 juta dan fee 20 % kepada panitia group SR,boleh beraktifitas dalam kawasan itu” ujar Ds

 

 

Diakuinya,kalau lokasi penambangan dekat dengan bibir pantai itu dikuasai oleh Junai warga Desa Ketap, kalau mau menambang disitu ( bibir pantai – red ) harus setor ke Junai sebesar Rp 5 juta

 

 

“Kalau mau menambang yang di bibir pantai pantai harus setor ke Junai sebesar Rp 5 Juta” kata Ds

 

 

Disinggung mengenai lokasi tersebut sering di razia oleh petugas,kembali Ds mengaku,petugas hanya sekedar memberi peringatan saja,dan tidak pernah memberi tindakan tegas makanya,paling istirahat satu atau dua hari menambang selanjutnya kita bisa beraktifitas kembali

 

 

“Kalau ada razia baik dari petugas Kepolisian maupun Kehutanan,kita istirahat paling lama dua hari, setelah itu kerja kembali secara normal di lolong ini ( kolong Pelampung ) kata Ds

 

 

Sementara itu Junai warga Desa Ketap dihubungi wartawan melalui sambungan telpon.Rabu ( 21/11/2018 ) sekitar pukul 19 14 WIB malam, membenarkan bahwa dirinya selaku koordinator penambangan di kolong bekas tambang besar (TB) dekat dengan bibir pantai , disinggung mengenai untuk bekerja di lokasi itu ( kolong TB ) harus membayar Rp 5 juta, dia juga membenarkan namun, itu aturan yang sudah lama

 

 

“Waktu dulu iya pak? Setiap ponton Rp 5 juta namun sekarang tidak karena tidak ada lagi nonton yang masuk” ujar Junai melalui sambungan telpon

 

 

Junai mengaku saat ini banyak yang bekerja sedangkan untuk fee 20 persen dari hasil tetap kita ambil karena dari 20 persen itu dibagi untuk karyawan selain itu untuk membantu Desa dan kegiatan pemuda di Desa Ketap

 

 

“Yang saya koordinir ada sekitar kurang lebih 20 ponton, sementara fee 20 persen tersebut, kita peruntukan kepada pekerja serta membantu keperluan Desa dan kegiatan pemuda di Desa Ketap” papar Junai

 

 

Ketua Badan Pemusyawaratan Desa ( BPD ) Ketap membantah pernyataan Junai bahwa hingga saat ini Desa tidak pernah menetapkan fee bagi penambang sebesar 20 persen, bantuan juga hanya bersifat isedentil hanya kalau ada kegiatan di Desa saja. Junai membantu

 

 

“Pernyataan Junai itu tidak benar, Desa tidak pernah menetapkan fee 20 persen, bantuan dari Junai kita ambil ketika Desa ataupun karang taruna ada kegiatan baru dibantu” ujar Julelo selaku ketua BPD Ketap melalui sambungan telpon kepada wartawan, Rabu ( 21/11/2018 ) malam

Berita Lainnya
IKLAN BREBES 4 BREBES 5 square 3 iklan madan caleg
beboop BANASPATI PMI brebes
Pengumuman KPU Kota Malang amanah umah iklan motor Jamsostek nebeng