background img
bank bjb
Mobil Ditarik Paksa Leasing Saat Berada Dibengkel

Mobil Ditarik Paksa Leasing Saat Berada Dibengkel

Pangkalpinang -- Proses menyita kendaraan nasabah kredit macet, merupakan kasus perdata dapat diselesaikan lewat pengadilan perdata. Dalam salah satu butir fidusia juga disebutkan persyaratan surat sita pengadilan. 

Bahkan pihak Kepolisian, dalam hal ini Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian -seperti dilansir dari tribaratanews- mengatakan bahwa tindakan merampas kendaraan nasabah atau kreditur di jalanan. Sudah termasuk ranah pidana serta potensi tinggi meresahkan masyarakat. Apalagi jelang Pilpres 2019 depan. Yang membutuhkan situasi Kamtibmas yang kondusif.  

”Apapun itu alasannya kalau meresahkan masyarakat wajib ditindak lanjuti polisi, itu bagian dari teror pada masyarakat. Kami ingin Indonesia tenang, kondusif, aman menjelang Pilgub dan Pilpres 2019 ini. Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami ” jelas Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D.

Sebagai informasi, Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 menyebutkan, satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit yang didaftarkan ke fidusia adalah pihak kepolisian, bukan lah preman berkedok Debt Collector. Sedangkan pihak leasing harus mematuhui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 tentang perbankan.

Sementara itu, baru saja terjadi kasus dugaan perampasan unit kendaraan Suzuki Ertiga BN 1332 PG atas nama Viio warga Perumnas Bukit Merapin, oleh pihak debt collector dari salah satu leasing yang beralamat di Pangkalpinang pada Rabu 30/01. 

Fio (27 tahun) -pemilik Suzuki Ertiga- saat diwawancarai awak media mengatakan, bahwa pihaknya merasa sangat dirugikan. Dan terus terang merasa aneh. Karena justru dirinya sudah mengkomunikasikan pada pihak debt collector akan membayar tunggakan dua bulan sebelumnya.

“Sebelumnya saya sudah lakukan komunikasi via sms dengan Er bahwa saya akan bayar tagihan tadi sepulang dari bengkel. Tapi saya benar-benar kaget ketika pihak bengkel mengatakan bahwa mobil saya ditarik oleh collector,” katanya, Kamis siang 31/01.

Ia juga menambahkan bahwa dengan anjuran pihak keluarga, ia melaporkan dugaan kasus perampasan kendaraan miliknya tadi ke Kepolisian Sektor Bukit Intan Polresta Pangkalpinang. 

“Iya sudah saya laporkan bang, ke polsek Bukit Intan dengan No. R/03/I/2019/Sek Bk. Intan Tanggal 30 Januari 2019, dan sudah ditandatangani oleh penyidik,” imbuhnya seraya menunjukkan surat laporan.

Terpisah, Supervisor Collector leasing saat ditemui awak media di kantornya, Agung justru bersikeras bahwa penarikan tersebut sudah sesuai prosedur resmi dari kantornya. Bahkan ia menjelaskan pihaknya tidak memerlukan koordinasi dari pihak kepolisian setempat. 

“Kita sudah lakukan penarikan sesuai aturan UU Fidusia No. 14 Tahun 1992, jadi sudah kita ada dasarnya mas,” ucap dia, Kamis sore, 31/01. (LH)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS