background img
bank bjb
Cukong Pasir Timah Merangsek Masuk Lewat Sistem Ijon

Cukong Pasir Timah Merangsek Masuk Lewat Sistem Ijon

Pangkalpinang --- Dalam laman wikipedia disebutkan sistem ijon adalah budaya masyarakat tani tempo doeloe dan bahkan sampai sekarang mungkin masih tetap berlangsung di kalangan masyarakat tani beberapa wilayah di Indonesia. Biasanya pengijon akan membeli tanaman padi ataupun buah-buahan yang masih hijau, tentunya dengan harga miring alias murah.

Dengan pemahaman tersebut, maka jika adagium tadi jika di switch ke ranah pertambangan, akan bermakna sebagai berikut. 

Adanya kalangan pemodal raksasa (cukong) baik dalam dan luar negeri. Yang mampu sediakan gelontoran modal unlimited pada penambang. Dengan maksud membeli hasil timah berupa deposit yang berada di dalam wilayah tertentu. 

Sementara itu, sumber media di salah satu BUMN ternama di kota timah pada pertemuan informal di salah satu kedai kopi di Pangkalpinang, Ia mengatakan bahwa pihaknya baru saja merancang sebuah regulasi terkait penampungan hasil tambang ilegal yang selama ini dengan leluasa ditampung oleh kolektor swasta. 

“Jadi begini mas, beberapa waktu kemarin kami bersama stakeholder lainnya sedang merancang sebuah kebijakan terkait penampungan biji timah hasil TI (tambang inkonvensional). Agar yang selama ini tidak teratur jadi mulai tertata dengan baik,” katanya di Rabu malam 30/01 yang lalu. 

Ia menambahkan, bahwa selama ini publik menyangka seluruh hasil ekspor timah Indonesia yang berupa pasir timah, adalah kinerja BUMN tadi sendirian. Tanpa diketahui dengan benar, yang sesungguhnya terjadi justru BUMN hanya menyumbang angka di kisaran 30% saja. Sementara 70% lainnya, adalah hasil ekspor swasta yang diperoleh dengan cara mirip tengkulak pada penambang.

“Belum lagi dengan masalah non teknis yang kadang merepotkan posisi saya. Kan jelasnya begini, banyak Cadangan deposit tambang timah yang faktanya justru berada di kawasan terlarang. Hutan lindung misalnya. Dimana menurut ketentuan UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Kan tidak bisa diapa-apain. 

Tapi dengan sistem ijon dari para pemodal besar pada para penambang liar, maka para penambang mau tidak mau akan nekat merangsek masuk ke dalam wilayah terlarang tadi. Untuk menjarah deposit timah,” urainya lagi.

Di tempat terpisah, Pjs Direktur Walhi Babel Zulpriyadi turut berkomentar ketika diminta tanggapan terkait masih masifnya praktek penambangan ilegal yang berpotensi merusak serta menguras cadangan deposit timah di Provinsi Bangka Belitung 

“Terkait sistem ijon, kami lebih menitikberatkan kepada aktivitas ijon politik, terutama terkait penerbitan izin Pertambangan di Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Menurut analisa dan kajian yang kami lakukan, aktivitas ijon politik ini sangat terasa dalam proses pergantian kepala daerah, bahwa di setiap hendak Pilkada cenderung banyak izin yang diterbitkan, hal ini tentu untuk membiayai aktivitas Kampanye yang sangat mahal,” jelasnya via pesan instan whatssapp, Senin 04/02.

Ia juga menilai masih maraknya Pertambangan di kota pangkalpinang adalah, karena lemahnya peran Pemerintah Daerah/kota Pangkalpinang dan Kepolisian dalam menindak aktifitas tambang ilegal tersebut, kami menilai aktivitas itu terkesan “dilindungi” padahal telah ada perda yang mengatur larangan aktivitas pertambangan di wilayah kota Pangkalpinang,” bebernya.

Walhi juga menyatakan saat ini melihat banyak Caleg2 yang berlaga di Provinsi Kep. Babel yang di tunggangi dan disponsori Cukong/Pengusaha Tambang yang merusak lingkungan.

“Nanti dalam Pemilu 2019 ini kami berharap masyarakat Babel cerdas dalam menentukan pilihan Wakil Rakyat, telusuri latar belakang dan aktivitas para Caleg, demi keberlanjutan Lingkungan yang baik di Provinsi Kepulauan Babel,” tutupnya

Berita Lainnya
IKLAN  BRBES NEBENG IKLAN SALES MOTOR RADIO THOMSON TEGAL BJB IKLAN
PMI gratisa RADIO THOMSON TEGAL amanah umah thomson radio
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS