background img
bank bjb
Berita Soal Penanaman Sawit Viral, Ini Sanggahan Kedubes Republik Federal Jerman

Ini surat sanggahan Kedubes Republik Federal Jerman

Berita Soal Penanaman Sawit Viral, Ini Sanggahan Kedubes Republik Federal Jerman

Pangkalpinang Bangka Belitung sinarpaginews.com -- Siang ini redaksi mendapatkan email berisi Pernyataan sanggahan langsung dari Kedubes Republik Federal Jerman, Kamis (29/02/2019).

Isinya adalah berupa keberatan dari Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, atas berita yang memuat pernyataan DR Svann Langguth terkait rencana penanaman sawit di lahan pasca reklamasi di Provinsi Bangka Belitung.

Dalam berita sebelumnya yang berjudul : Walhi Babel : Sesat Pikir Pemerintah Jerman Mereklamasi Lubang Tambang Timah Dengan Sawit. Ada penggalan paragraf seperti dibawah ini.

Kepala Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman Svann Langguth menyatakan pihaknya tidak hanya menanam saja, juga melakukan pembibitan kelapa sawit unggul, ia juga mengatakan bahwa tanaman kelapa sawit luar biasa, ekonomis dan dapat menjaga kelestarian lingkungan flora serta fauna.

“Reklamasi lahan bekas penambangan di Bangka Belitung sebagai salah satu tanggung jawab pemerintah Jerman yang merupakan salah satu negara ekspor timah Indonesia.Kami juga memiliki tanggung jawab untuk menanam berbagai tanaman bermanfaat untuk perekonomian masyarakat di daerah ini," katanya.

Baca juga : http://bit.ly/2IHACPi

Ia menambahkan kegiatan reklamasi ini murni niat baik Pemerintah Jerman untuk memperbaiki lingkungan bekas penambangan bijih timah di Bangka Belitung.

"Kami tidak ada niat lain untuk melakukan reklamasi di lahan bekas tambang ini, apalagi selama ini kebutuhan timah Jerman didatangkan dari Indonesia," pungkas dia, pada berita di 23 Februari 2019.

Sementara apa isi email yang dikirimkan pada redaksi? Berikut isi email yang dimaksud.

Penghapusan publikasi yang memuat pernyataan dan wawancara dengan DR Svann Langguth Kepala Bagian Sains dan Teknologi Kedubes Jerman, tentang penanaman kelapa sawit yang didanai Jerman di Bangka Belitung.

Kedubes Jerman dengan ini hendak menyampaikan bahwa : 

1.Dr Svann Langguth tidak memberikan wawancara sepanjang kunjungannya ke Bangka yang berlangsung dari tanggal 19 - 21 Februari 2019.

2.Yang bersangkutan tidak memberikan pernyataan apapun mengenai pendanaan penanaman kelapa sawit oleh Republik Federal Jerman di Provinsi Bangka Belitung.

Atas dasar keterangan diatas Kedubes Republik Federal Jerman meminta segala publikasi yang memuat informasi salah tersebut dihapus di media cetak dan media online anda.

Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama anda.

Selanjutnya, awak media segera melakukan proses klarifikasi dan melakukan proses hak jawab pada subjek berita yang berkeberatan atas pemuatan berita sebelumnya. Terkait soal rencana penanaman sawit di lahan bekas tambang di Provinsi Bangka Belitung.

“Pada prinsipnya kami memahami bahwa media anda memuat berita berdasarkan unsur press rilis. Artinya dibagikan. Namun demikian kami meminta agar pihak media juga mengerti bahwa seperti isi email kami, DR Svann Langguth tidak pernah memberikan pernyataan seperti tadi,” jelas sumber saat dihubungi via sambungan seluler, Kamis siang (29/02/2019).

Di kesempatan wawancara via ponsel tadi, sumber resmi di Kedubes Jerman juga meminta, agar awak media berkenan memberikan alamat email narasumber berita sebelumnya, dalam hal ini tentunya adalah Walhi Babel.

“Bisa di email ke kita ya pak, alamat email Walhi Babel. Sebenarnya kita tidak tau soal info ini. Tapi kita mendapatkan kawat keberatan dari salah satu dinas di Provinsi Babel soal isi berita tadi. Makanya kita langsung telusuri dan berhasil terhubung sekarang,” tutup sumber.. (Ngadianto Asri )

Berita Terkait
Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS