background img
bank bjb
Mengenai WPN, Ini Kata Bupati Bangka Tengah

Bupati Bangka Tengah DR H Ibnu Shaleh, MM

Mengenai WPN, Ini Kata Bupati Bangka Tengah

Pangkalpinang Bangka Belitung sinarpaginews.com -- Lahan eks tambang Koba Tin sempat menjadi perbincangan hangat dalam kurun waktu 2013-2018 yang lalu. Dan diketahui bersama masih menyisakan beberapa permasalahan pasca terminate kontrak di tahun 31 Maret 2013, setelah 30 tahun menjalin kerjasama, Sabtu (02/03/2019).

Perlu diketahui, Koba Tin merupakan salah satu dari 27 perusahaan pemegang kontrak karya (KK) yang berstatus kurang bayar untuk periode 2010-2013. Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di tahun 2014, Paul Lubis mengatakan pemerintah sudah mengakhiri kontrak Koba Tin pada tahun lalu. Namun terminasi itu tidak menghilangkan kewajibannya untuk melunasi tunggakan yang ada.

"Yang diterminasi adalah perjanjiannya, tapi kewajiban tetap harus dipenuhi," kata Paul dikutip Investor Daily, di Jakarta, Minggu (31/8/2014) yang lalu.

Sementara itu, dalam bingkai sebuah berita agar masuk katagori cover both stories, redaksi berkesempatan mewawancarai orang nomor satu di Pemkab Bangka Tengah ( Bateng ), Bupati Dr. H. Ibnu Shaleh, MM di kediamannya. Setelah media ini sebelumnya memuat pemberitaan soal WPN lahan eks Kobatin.

Menurut Ibnu Shaleh, pihaknya justru mengakomodir permasalahan yang memang diprediksi akan timbul setelah kontrak terminate di tahun 2013 yang lalu. Salah satunya adalah soal status lahan tersebut. Sementara di satu sisi, sebagai pemangku jabatan eksekutif, pihaknya juga memiliki tujuan untuk mensejahterakan rakyat Bateng

“Soal WPN coba kalian koordinasi dengan Direktorat Jenderal Kementerian ESDM di Jakarta. Kami di tahun 2018 sudah mengurus izin WPN (Wilayah Pencadangan Nasional) untuk menjadi WIUPK (Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus) kemudian dirubah lagi ke bentuk WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat), kan gitu prosesnya,. Seingat saya prosesnya sudah sampai DPR,” kata Ibnu Salehdi kediamannya, Sabtu (02/03/2019).

Ia melanjutkan, pihaknya juga heran kenapa ada pihak malah mengatakan area eks tambang Koba tin bersifat abu-abu. Sementara sebagai informasi lanjutan, pihaknya dengan unsur muspida setempat, sudah berupaya memposisikan lahan tadi secara legal. Agar aktivitas yang selama ini sama-sama diketahui masih terjadi pro dan kontra, bisa memberi kontribusi devisa bagi pemerintahan daerah.

“Sudah itu, sudah kami lakukan. Tujuh bulan sebelumnya kami sudah mendatangi Kementerian ESDM, untuk menjelaskan duduk persoalan yang ada di daerah (Kabupaten Bangka Tengah --red). Tapi kan banyak pihak yang tidak tahu informasi ini. Nah, kami minta pada teman media agar bersinergi terkait informasi yang konstruktif di Pemkab Bateng,” urai Bupati..... (Ngadianto Asri)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS