background img
bank bjb
Kapal Isap Produksi Beroperasi Dekat Bibir Pantai,Masyarakat Nelayan Mengeluh

Tampak dari Kejauhan Kapal Isap Produksi sedang beroperasi

Kapal Isap Produksi Beroperasi Dekat Bibir Pantai,Masyarakat Nelayan Mengeluh

Sungailiat,Bangka,sinarpaginews.com -- Penambangan yakni sebuah proses pengambilan mineral bumi dengan mengunakan teknologi tertentu yang terkadang menjadi dilema antara pelaku usaha penambangan baik itu Badan Usaha Milik Negara ( BUMN )maupun pihak swasta terhadap kehidupan sosial masyarakat. 

Tak jarang benturan - benturan terjadi di level masyarakat bawah, tarik ulur kepentingan pertambangan seperti magnet yang sulit untuk dipisahkan, dari satu sisi nilai ekonomi dibidang pertambangan masih menjanjikan bagi pelaku bisnis mineral ciptaan yang maha kuasa itu, namun dari sisi lain akibat proses sebuah teknologi untuk mengambil mineral tertentu tak jarang menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat bukan berprofesi sebagai penambang.

Seperti yang terjadi di Lingkungan Bukit Kuala, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung ( Babel ). Masyarakat nelayan setempat mengeluhkan keberadaan satu unit Kapal Isap Produksi ( KIP )mitra PT. Timah Tbk yang melakukan aktivitas produksi biji timah, berdasarkan keterangan nelayan Lingkungan Bukit Kuala tempat aktivitas KIP itu merupakan tempat mereka menangkap ikan dan sejenisnya.

Seperti yang dikatakan tokoh masyarakat kuala inisial UD membenarkan adanya keluhan masyarakat Bukit Kuala berprofesi sebagai nelayan tangkap atas keberadaan aktivitas KIP dilokasi nelayan setempat menangkap ikan.

"Jadi begini, beberapa waktu yang lalu tepatnya sebelum bulan puasa nelayan kita mengeluh atas hadirnya aktivitas KIP dilokasi tempat mereka menangkap ikan, menurut mereka lokasi itu daerah karang kering dan batu tunggal. ya mendengar keluhan tersebut saudara Budi mantan kepala lingkungan( Kalung ) Bukit Kuala langsung menyampaikan keluhan nelayan ke pihak Dinas Perikanan ( DKP ) Kabupaten Bangka yakni ke Pak Ibnu selaku kepala Bidang Perikanan," Ungkap UD, Minggu (16/6/2019) Siang bertempat dikediamannya

Orang yang dianggap berpengaruh dikalangan nelayan Bukit Kuala itu (UD – red ) juga menyampaikan ke awak media ini, bahwa tidak lama laporan masuk ke Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, dirinya didatangi beberapa orang perwakilan dari PT. Timah.

"Usai laporan keluhan nelayan yang disampaikan pak Budi ke Dinas Perikanan Kabupaten Bangka, saya didatangi orang dari PT.Timah, Pak Ivan beserta security, kedatangan mereka dalam rangka ingin mengetahui apakah benar nelayan Lingkungan Bukit Kuala mengeluh atas aktivitas KIP yang dimaksud nelayan dan beliau juga ingin mengetahui langkah selanjut rekan nelayan, saya jawab ke pak Ivan, benar, dan nelayan kami sedang mengupayakan langkah - langkah menyampaikan aspirasi seperti melaporkan ke pihak DKP."jelasnya

Lanjut UD dirinya juga mengajak orang dari perusahaan plat merah itu untuk menijau salah satu tempat dimana kapal yang dimaksud kelihatan dekat dari tempat itu, dugaan sementara para nelayan terkait aktivitas KIP tersebut, tidak sampai satu mil jarak dari bibir pantai.

"Hari itu pak Ivan beserta rombongan saya ajak langsung ke salah satu tempat untuk melihat langsung KIP yang dilaporkan nelayan, kalau tidak salah nama KIP Sentosa yang mana menurut nelayan kedudukkan diseputaran Karang Kering dan Batu Tunggal." Tukasnya

UD menambahkan dari kedatangan pak Ivan dan rombongan tersebut, berdasarkan pembicaraan pak Ivan berjanji mau mengatasi tapal batas nelayan dan penambang.

"hari itu usai dari tempat yang kami datangi, pak ivan janji mau membuat tapal batas, mana batas penambang dan mana batas nelayan." Ujarnya

Masih kata UD dalam waktu dekat atas nama masyarakat Bukit kuala akan membawa masalah keluhan nelayan itu ke Dewan Perwakilan Rakyat Darah ( DPRD ) Kabupaten Bangka.

Sejak berita ini diturunkan, pihak terkait masih diupayakan konfirmasinya

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS