background img
bank bjb
Sinergi Bersama Media Massa, BWI Harapkan Sosialisasi dan Edukasi Wakaf Modern Semakin Luas

Sinergi Bersama Media Massa, BWI Harapkan Sosialisasi dan Edukasi Wakaf Modern Semakin Luas

Jakarta, - Potensi wakaf dalam membangun sebuah peradaban dunia, termasuk di Indonesia, ternyata sangat besar, terlebih bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bayangkan saja, bila 100 juta saja penduduk muslim di Indonesia rutin mewakafkan uang Rp 10 ribu perbulan, maka sudah pasti penduduk miskin di bumi pertiwi ini akan berkurang drastis.

Namun sayang pemahaman sebagian besar masyarakat akan wakaf masih sangat rendah. Rata-rata hanya mengenal wakaf oleh orang kaya berupa tanah/ bangunan, yang pemanfaatannya pun sebatas pembangunan masjid/ mushola. Padahal bila masyarakat tahu ia bisa menjadi Wakif dengan mudah hanya dengan Rp 10 ribu, maka luar biasa potensi yang terkumpul. Dan bila pengelolaan aset wakaf oleh Nasir (lembaga penerima wakaf) secara profesional, bukan hanya akan terbangun masjid/ mushola, bahkan akan mampu meningkatkan kesejahteraan ummat.

H Sasono Yusuf, Ketua Panitia Halal Bihalal Follow Up Gathering dan Bincang Wakaf mengatakan, Potensi wakaf di Indonesia sangat luar biasa. Sayang belum menjadi potensi yang riil. Potensi luar biasa tapi tantangannya juga luar biasa, terutama edukasi masyarakat yang masih sangat kurang. "Merangkul dan Menyapa Semua, Merajut Masa Depan Perwakafan" Ujarnya Hasono saat gelaran Badan Wakaf Indonesia (BWI) di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (9/7).

Hasono menambahkan, literasi dan sosialisasi perwakafan selama ini memang masih minim. Karena itu dengan resmi berdirinya BWI, dan langkah BWI untuk bersinergi dengan media massa, diharapkan permasalahan tersebut segera terselesaikan. "Karena itu kedepan perlu sinergi awak media supaya daya jelajah wakaf modern (sosialisasi dan edukasi) kepada masyarakat semakin luas, bahwa wakaf kedepan sudah punya dimensi modernitas sebagai instrumen ekonomi syariah, instrumen kesejahteraan umum, sosial dll", ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua I BWI, Dr. Teguh Saptono memaparkan, wakaf dapat berupa benda tidak bergerak ataupun benda bergerak. Wakaf Benda Tidak Bergerak seperti : Hak atas tanah, Bangunan atau bagian dari bangunan yang berdiri diatas hak atas tanah,  Tanaman dan benda lain yang Jerkait dengan tanah, Hak milik atas satuan rumah susun,  Benda tidak bergerak lain sesuai dengan syariah dan UU yang bedaku.

Sedangkan Wakaf Benda Bergerak (Harta benda yang tidak bisa habis karena dikonsumsi) dapat berupa : Uang, Logam mulia, Surat Berharga, Kendaraan, Hak atas kekayaan intelektual, Hak sewa, dan Benda bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan UU yang berlaku.

Wakaf Uang

Sejak dicanangkan oleh Presiden SBY tahun 2010, gerakan wakaf uang belum berkembang. Data di LKS PWU menunjukan perubahan yang tidak signifikan bahkan cenderun stagnan, sampai dengan Maret 2018, jumlah wakaf uang yang terhimpun baru mencapai Rp 199 Milyar.

"Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU) (perbankan) sudah memudahkan masyarakat untuk berwakaf. Bahkan kita bisa berwakaf hanya dengan Rp 10 ribu. Jadi wakaf itu tidak harus menjadi kaya dulu. Dan (dengan perbankan) wakaf itu kini menjadi sangat mudah", ungkap Teguh.

"Sekarang ada 18 bank di Indoneaia yang LKS PWU  yang memiliki instrumen wakaf online sehingga masyarakat sangat mudah mengakses untuk melakukan wakaf", sambung Teguh.

Peran Wakaf Dalam Membangun Negara

Teguh juga memaparkan beberapa proyek yang menggunakan dana/ aset wakaf, antara lain :

Wakaf Tengku Habib Bugak dari Aceh yang mewakafkan tanah 8: rumahnya tahun dldekat masjid Haram 1800 M. "Berkat itu, Jemaah hajl asal Aceh mendapatkan tambahan livnng cost dari hasil sewa tanah tersebut", ujarnya.

Pesawat kenegaraan RI 001, sebagai pesawat kepresidenan milik pemerintah RI pasca kemerdekaan dibeli dari wakaf emas rakyat Aceh.

Pesawat kenegaraan RI 003, sebagai pesawat mlllk pemerintah RI pasca kemerdekaan juga dibeli dari wakaf emas, rakyat Sumatera Barat

Tanah tempat dibangunnya stadion senayan, serta sebagian emas yang digunakan untuk membangun api Tugu Monas Jakarta, merupakan wakaf dari Teuku Markam

Gedung sidang paripurna DPR dibangun diatas tanah para pendiri pondok Darunnajah

"Universitas Islam Malang, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dan beberapa RSU PKU Muhammadiyah juga dari Wakaf", papar Teguh.    


Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS