background img
bank bjb
Kumpulkan Alat Bukti,Aktivis Ini Segera Laporkan Proyek Embung Ke KPK

Aktivis anti korupsi Babel Marshal Imar Pratama

Kumpulkan Alat Bukti,Aktivis Ini Segera Laporkan Proyek Embung Ke KPK

Pangkalpinang,Bangka Belitung,sinarpaginews.com – Proyek embung milik SNVT Pelaksanaan Jaringan Pelaksanaan Pemanfaatan Air ( PJPA ) Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) senai Rp 123 milyar dengan kontraktor pelaksana PT Fatimah Indah Utama dan PT Bangka Cakra Karya selaku KSO telah selesai dikerjakan ( 8 bulan lalu ) namun hingga berita ini dirilis Embung yang terletak di Dusun Kepayang,Desa Kacang Botor,kecamatan Badau kabupaten Belitung belum diserahterimakan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Belitung 

Meskipun mega proyek embung itu masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak perusahaan namun kondisi bangunan waduk sudah banyak yang rusak ( retak roboh dan jebol ) pada sisi bangunan waduk selain itu pada penanaman rumput banyak yang mati

Dari kondisi itu mestinya aparat penegak hukum ( APH ) sudah bisa melakukan penyelidikan terhdap hasil kinerja PT Fatimah Indah Utama dan PT Bangka Cakra Karya

“Dari capaian pembangunan seperti itu ( belum dipakai sudah banyak rusak pada bangunan) dugaan sementara pekerjaan itu tidak sesuai dengan spesifikasi dan berpotensi ada kerugian keuangan negara terhadap pekerjaan itu” ujar Marshal Imar Pratama aktivis anti korupsi Bangka Belitung ( Babel ) kepada wartawan.Senin 22 Juli 2019

Marshal menilai APH yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak mampu untuk menguak dugaan korupsi mega proyek embung gunung Mentas di dusun Kepayang,Desa Kacang Botor Kecamatan Badau Kabupaten Belitung.karena terlihat jelas ketidakseriusan mereka dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.karena alasan ketidakmampuan itulah sehingga kami menganggap penting untuk harus melibatkan KPK RI dalam perihal ini.

“Kita akan segera mengumpulkan bukti - bukti dilapangan dan bukti dokumen untu segera kita laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) RI di Jakarta” ujar Marshal

Dia menuding dari nilai proyek yang telah menghabiskan dana negara sebesar Rp.123 miliar dari dana APBN sejak tahun 2016 sampai tahun 2018 adalah sesuatu yang tidak bisa diterima akal sehat, lebih mirisnya lagi hingga saat ini Mega Proyek tersebut belum bisa dimanfaatkan. Timbul pertanyaan dari kita bagaimana fungsi dari Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Kontrol pada Mega Proyek tersebut, baik itu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif serta Kontraktor yang bertanggung jawab pada pekerjaan tersebut dan sejauh mana peran serta fungsi mereka dari segi Pengawasan. Bila terbukti mereka melakukan pembiaran maka kami akan meminta pertanggungjawaban juga dari mereka.

Indikasi awal sudah terlihat dan saya yakin bahwa dugaan pengerjaan Mega Proyek ini tidak sesuai spek akan menjadi point penting untuk mengusut tuntas perihal tersebut. Kami sudah mengantongi dua alat bukti permulaan awal terhadap Mega Proyek tersebut, oleh karena itu kami mempercayai KPK RI dalam penuntasan dugaan korupsi Mega Proyek tersebut.

Sementara kepala satuan kerja ( Ka Satker ) SNVT PJPA Sumatera VIII Joni Rahalsyah Putra,ST.M.Tech ketika hendak dikonfirmasi Jumat pekan kemarin dikantornya terkejut dengan kedatangan wartawan diruangannya lebih dari satu orang

“Koq ini rame. Saya pikir hanya satu orang"kata Joni kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya yang hendak mewawancarai terkait pembangunan mega proyek embung

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS