background img
bank bjb
Apa Kabar Ribuan Pasir Elminit Dan Zircon ?

Apa Kabar Ribuan Pasir Elminit Dan Zircon ?

Pangkalpinang,Bangka Belitung,sinarpaginews.com - Beberapa pekan lalu aktivitas bongkar muat ribuan ton pasir elminit dan zircon di pelabuhan Pangkalbalam kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung sempat menghebohkan diberbagai media cetak,online dan TV baik lokal maupun nasional 

Namun hingga kini perbincangan dan pemberitaan dari berbagai media seperti sunyi senyap, padahal ribuan ton mineral ikutan pasir timah ( elminit dan zircon – red ) itu saat ini masih berada didalam tongkang mandiri 33 yang saat ini masih berlabuh di depan pelabuhan tersebut

Kesyahbansaran dan Otoritas Pelabuhan ( KSOP ) Pangkalbalam Izwar mengakui bahwa hingga saat ini ribuan pasir elminit dan zircon itu masih ada di depan pelabuhan Pangkalbalam dan belum ada permohonan untuk keberangkatan dari agen

“Hingga saat ini dokumen belum ada dan surat – surat permohonan untuk keberangkatan dari agen juga belum ada sehingga belum bisa diberangkatkan” ujar Izwar kepada wartawa.Rabu ( 24/7/2019 ) siang melalui sambungan telpon

Dari sejumlah pemberitaan media online ribuan ton zircon dan elminit itu disebut – sebut milik PT Indomas Bara bekerja sama dengan PT Bangka Belitung Timah Sejahtera ( BBTS ) namun terkait asal usul barang belum ada pernyataan resmi dari pihak- pihak terkait

Sementara mantan direktur PT BBTS Patris Lumumba menyebutkan persoalan legalitas mengenai asal usul barang terhadap ribuan ton pasir zircon dan elminit itu sudah ada penjelasan secara resmi dari pihak – pihak tehnis seperti Dinas ESDM, Sucofindo dan Surveyor Indonesia ( SI )

“Diharapkan ada penjelasan resmi dan menyeluruh dari Dinas/Instansi/Badan Teknis yang terkait berkepentingan serta bertanggung jawab atas kelengkapan perizinan perusahaan tersebut mengingat dalam melakukan kegiatan pengolahan/pemurnian Zirkon dari mineral ikutan pasir timah lainnya sangatlah banyak yang harus dilengkapi perusahaan tersebut ( dalam mineral ikutan pasir timah itu ada mengandung mineral radio aktif yang sangat sensitif dan membahayakan )” ujar Patris kepada wartawan melalui sambungan telpon beberapa waktu lalu

Menurut Patris menjabat selaku direktur PT BBTS di era tahun 2007 – 2009 terkait persoalan adanya MoU atau kerja sama antara PT BBTS dan Indomas Bara itu sah – sah saja namun harus bisa dibedakan dan ditelaah lebih cermat bukan berarti barang itu sudah legal

“Mineral ikutan itu secara hukum adalah milik negara selama itu belum diselesaikan dengan membayar pajak bahkan PT BBTS selaku pemegang IUP tidak bisa melegalkan barang tersebut,karena pemegang IUP timah hanya berhak terhadap timah maka secara hukum mineral ikutan timah ( zircon dan elminit ) adalah masih milik negara” Jelas Patris

Sementara sejauh ini pihak PT Indomas Bara masih belum memberi keterangan secara resmi terkait MoU kepada PT BBTS serta asal usul barang,sementara upaya konfirmasi masih terus diupayakan

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS