background img
bank bjb
Serah Terima Jabatan Kades Buahbatu Berlangsung Aman dan Lancar

Serah Terima Jabatan Kades Buahbatu Disaksikan Camat Bojongsoang (Foto: Asep Ruslan)

Serah Terima Jabatan Kades Buahbatu Berlangsung Aman dan Lancar

BOJONGSOANG - Serah terima jabatan Kepala Desa Buahbatu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dari Asep Supriatna kepada Deni Nuriman, M.Si berlangsung aman dan tertib, Jumat (9/9/2019).

Acara pelantikan dan serah terima jabatan kepala desa Buahbatu digelar di halaman kantor desa Buahbatu sejak pukul 13.30 wib dihadiri Muspika Bojongsoang seperti Camat Bojongsoang, Kapolsek Bojongsoang dan Danramil Dayeuhkolot.

Tamu Undangan Serah Terima Jabatan Kades Buahbatu (Foto: Asep Ruslan)

Tidak hanya itu hadir pula anggota DPRD Kabupaten Bandung periode 2014-2019 yang terpilih lagi untuk periode 2019-2024 dari partai Gerindra Praniko Imam Sagita (Niko), para kepala UPT se kecamatan Bojongsong, kepala KUA kecamatan Bojongsong, para kepala desa se kecamatan Bojongsoang, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM yang ada di wilayah Kecamatan Bojongsoang, aparat desa Buahbatu, Ketua BPD Desa Buahbatu beserta Anggota, Ketua LPMD Desa Buahbatu beserta Anggota, Ketua tim penggerak PKK Desa Buahbatu beserta Anggota, Para Ketua RT dan RW jajaran wilayah Desa Buahbatu.

Sebelumnya dilaksanakan Pembacaan Berita Acara (BA) serah terima jabatan, Penandatanganan BA serah terima jabatan, dan Penyerahan memori jabatan Kepala Desa Buahbatu.

 

Pelantikan Penjabat Kades Buahbatu oleh Camat Bojongsoang (Foto: Asep Ruslan)

Dalam sambutannya Asep Supriatna mantan Kades Desa Buahbatu (Red./Berhenti karena ikut Balon Pilkades 2019), mengucapkan syukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat desa Buahbatu yang telah memberi amanat menjadi Kades Buahbatu selama 12 tahun (Periode 2007-2019).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat desa Buahbatu yang telah memberi amanat kepada saya menjadi Kades Buahbatu selama 12 tahun. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan  tata kelola dan pelaksanaan tugas saya sebagai kades Buahbatu, koordinasi pembangunan, pembinaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat. Ini sangat penting disampaikan karena ada keterlibatan dengan semua komponen masyarakat yang ada di desa Buahbatu termasuk para pembina yang ada di desa Buahbatu baik itu pak Camat, pak Kapolsek dan pak Danramil,” ujar Asep Supriatna.

“Pertama penyelenggaraan pemerintahan, alhamdulillah selama menjabat berkat bantuan semua pihak seluruh steak holder yang ada. Kami bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan harapan inginnya sebaik-baiknya yang telah kami lakukan selama 12 tahun. Di desa Buahbatu sekarang sudah tidak lagi pemisahan wilayah. Ini orang GBI ini orang Rancaoray teu aya nyak? Ini semua warga desa Buahbatu. Alhamdulillah itu sudah dipersatukan oleh Bapak-bapak dan semua steak holder yang ada termasuk para pembinanya,” tambahnya.

“Dalam koordinasi pembangunan untuk wilayah desa Buahbatu seluas 300,05 Ha dimana 60% perumahan/pemukiman dan 40% daerah pesawahan yang merupakan tantangan bagi kami. Tantangan terberat adalah koordinasi pembangunan, alhamdulillah berkat sinergitas semua pihak yang sama-sama berjuang dan berkat kehadiran anggota dewan di desa Buahbatu sangat membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan di desa Buahbatu. Salah satu contoh yang paling berat perjuangan serah terima fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di perumahan GBI sejak tahun 2007-2014 masih belum sukses. Dan alhamdulillah di tahun 2015 berkat kehadiran anggota dewan dan tentu saja di dukung mayoritas masyarakat desa Buahbatu membantu terselenggaranya proses serah terima fasum dan fasos. Kenapa harus ada serah terima fasum fasos, ini adalah kunci masuknya anggaran pembangunan dari pemerintah ke wilayah perumahan GBI. Karena sejak 2007-2015 pembangunan tidak diperbolehkan masuk ke wilayah perumahan GBI karena fasum dan fasosnya belum diserah terimakan. Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

“Yang membanggakan kami, peningkatan kwalitas dan pembangunan infrastruktur jalan Rancaoray-Bodogol yang menjadi PR kami sebelumnya, jalan yang menjadi tulang punggung peningkatan ekonomi masyarakat khususnya wilayah kampung Rancaoray dan perumahan GBI alhamdulillah sekarang sudah bisa dilaksanakan dengan spek cor beton. Penanganan untuk mengurangi Banjir di GBI dengan pembangunan Kirmir sungai Cipeso berkat dukungan semua pihak, alhamdulillah sudah dilaksanakan walaupun masih ada banjir-banjir yang lainnya. Insyaallah semuanya akan memperlancar roda perekonomian masyarakat untuk mencapai masyarakat yang bahagia dan sejahtera. Terimakasih kepada pak Camat dan Pak Niko ,” tandas Asep.

“Saya sudah mendata beberapa ruas jalan di perumahan GBI, insya Allah tahun 2019 ini saya kerjasama dengan Pak Niko telah mengusulkan pembangunan jalan-jalan yang masih tanah di GBI untuk semuanya di cor beton. Dan yang sudah di cor beton bisa di Hot Mix. Juga untuk pembangunan infrastruktur lainnya di seluruh wilayah desa Buahbatu sudah kami programkan. Untuk itu suksesnya pembangunan sebuah desa ditentukan bersatunya tiga unsur, unsur pemerintahan, unsur masyarakat dan unsur dunia usaha,” pungkasnya.

 

 Asep Supriatna Beserta Tim Penggerak PKK Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang (Foto: Asep Ruslan)

“Dengan berakhirnya jabatan saya sebagai Kepala Desa Buahbatu, disambut dengan pemilihan 199 kepala desa secara serentak 26 Oktober 2019 di seluruh wilayah kabupaten Bandung termasuk Pilkades di Desa Buahbatu yang mana 4 Balon Kades hari ini hadir semua (Red./Asep Supriatna, Dadang, Bambang dan Iwan). Para Balon Kades ini adalah asset kita, milik kita semua bukan orang lain, untuk itu kepada masyarakat desa Buahbatu silahkan didukung. Sesuai pesan pak Danramil dan pak Kapolsek semoga Pilkades 2019 bisa berjalan dengan lancar, aman, tertib dan kondusif,” pungkasnya.

Penjabat Kepala Desa Buahbatu Deni Nuriman, M.Si yang baru saja di lantik dalam pidatonya menyampaikan.

“Saya mohon bantuan dukungan dari semua elemen masyarakat Desa Buahbatu untuk bisa menjalankan tugas pokok fungsi sebagai penjabat kepala desa Buahbatu, untuk bisa melanjutkan program kegiatan Kades sebelumnya. Saya akan bekerja sesuai kemampuan dan dukungan bapak ibu semuanya. Terimakasih kepada pak Camat atas kepercayaannya, saya akan bekerja dengan keras, cerdas dan tuntas,” kata Deni, Jumat (9/9/2019).

Selanjutnya Praniko Imam Sagita yang akrab dipanggil Niko, selaku tokoh masyarakat dalam sambutannya mengatakan.

“Saya punya kesan dan pesan mendalam selama jadi wakil rakyat di kabupaten Bandung. Tidak ada sedikitpun bisa adanya pembangunan, baik infrastruktur non infrastruktur tanpa sinergitas. Sinergitas dari tingkat masyarakat, RT, RW, desa, kecamatan bahkan kabupaten Bandung,” kata Niko.

“Yang kami rasain lima tahun yang lalu jalan Rancaoray ini nyaris hampir tidak ada orang yang mau lewat. Pembangunan jalan ini adalah janji saya, sekarang sudah selesai dibangun, ini murni APBD. Lima tahun ke depan pembanguna masih banyak. Kenapa harus kami sampaikan, karena hari ini serah terima pak Kades. Pinter saja tidak cukup, kalau tidak bisa sinergitas dengan dewan. Kecamatan Bojongsoang hanya saya sendiri anggota dewan di DPRD Kabupaten Bandung. Artinya tugas kami sangat berat. Kita dewan bisa ngambil anggaran, tapi kalau Kadesnya tidak bisa sinergitas dengan kita kasihan masyarakatnya,” terangnya.

Praniko Imam Sagita, SH, MH (Tengah) Bersama Asep Ruslan Sinarpaginews.com (Foto: Asep Ruslan)

“Sekali lagi terima kasih kepada pak Asep Supriatna, tentunya berkat sinergitas pak Kades kita bisa membangun desa Buahbatu ini secara bersama-sama. Mudah-mudahan kedepannya siapapun yang jadi Kades bisa sinergitas. Mudah-mudahan yang ini bisa terus dilanjutkan,” harapan Niko.

Camat Bojongsoang Drs. H. Aep Ahmad Muslim M.Si, dalam pidatonya mengatakan terima kasih kepada mantan kades Asep Supriatna dan anggota dewan Niko dalam kontribusinya membangun Desa Buahbatu.

"Betapa indahnya apa yang disampaikan oleh mantan kades tadi dengan perjalanan dua periode jadi kepala desa, lalu pak Niko juga tadi menyampaikan bahwa salah satu syarat suksesnya pembangunan adalah sinergitas. Dimana menurut para ahli dalam membangun suatu daerah sinergitas itu harus didukung oleh tiga komponen, pemerintah, politisi dan ekonom,” ungkap H. Aep.

Drs. H. Aep Ahmad Muslim M.Si Camat Bojongsoang (Foto: Asep Ruslan)

“Lamun politisina bobo nyak moal aya pembangunan. Lamun pengusahana juga hare-hare tidak akan mungkin pembangunan akan berjalan.  Siapa yang mengelola? Pemerintah. Kalau pemerintahnya juga tidak punya program yah bagaimana. Berbicara tentang pembangunan di desa itu sudah diatur dalam Musrem. Kalau dalam Musrem tidak hadir ketua RW dan tokoh masyarakatnya mana mungkin pembangunan bisa berjalan sesuai harapan masyarakat. Alhamdulillah Pak Niko kontribusinya besar sekali, selalu memonitor dan mengejar atas realisasi program yang telah diusulkan di Musrem,” tandas H. Aep.

“Pembangunan itu perubahan, perubahan dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang kurang baik menjadi baik. Tapi saya suka prihatin, kita lebih banyak membangun yang sifatnya fisik saja seperti jalan, drainase. Tolong ajukan juga dana MUI untuk membangun mental dan spiritual masyarakatnya,” sarannya.

“Pak Asep Supriatna sebagai Kades Buahbatu banyak terjadi perubahan atau pembangunan karena selalu koordinasi dan sinergitas. Perjuangnya untuk masyarakat  desa Buahbatu tidak diragukan lagi, selama ini saya nilai kinerjanya bagus. Saya juga titip dan kerjasamanya kepada seluruh staf desa dan dukungan semua komponen masyarakat di desa Buahbatu agar pak Deni bisa menjalankan  tugasnya dengan baik. Semoga Pilkades Buahbatu dapat berjalan dengan aman tentram dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak baik," pungkas Camat Bojongsoang.

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS