background img
bank bjb
Merasa Ada Beck - Up, Belasan Unit Escavator Rusak Kawasan Hutan Lindung Kecamatan Parittiga

Tampak satu unit escavator merk Hitchi sedang melakukan aktivitas dalam kawasan hutan lindung ( HL )

Merasa Ada Beck - Up, Belasan Unit Escavator Rusak Kawasan Hutan Lindung Kecamatan Parittiga

Parittiga,Bangka Barat,sinarpaginews.com – Penambangan pasir timah ilegal dengan menggunakan belasan unit alat berat jenis escavator meluluhlantakan kawasan hutan baik itu kawasan hutan lindung ( HL ) maupun hutan produksi ( HP )bahkan kawasan bibir pantai atau hutan lindung pantai ( HLP ) terus terjadi di wilayah Desa Teluk Limau kecamatan Parittiga ,kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung (Babel ).Rabu ( 14/8/2019 ) 

Hal itu dibuktikan dengan adanya temuan dalam patroli rutin yang dilakukan oleh tim Polisi Hutan ( Polhut ) KPHP Jebu Bembang Antan ( Unit II ) pada UPTD Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung( Babel ) di wilayah kawasan hutan lindung ( HL ( pantai Jebu Bembang, Desa Teluk Limau.

Pantauan wartawan dilokasi,merasa ada beck-up dari oknum tertentu bahwa para oknum penambang tak segan segan melawan petugas Polhut dalam memberi surat teguran serta menggali informasi tentang kepemilikan belasan alat berat serta kepemilikan tambang pada kawasan itu

Seperti diketahui dari hasil informasi yang digali wartawan dilokasi, bahwa kepemilikan tambang daerah Tambang Besar wilayah itu tak lain masih pemain lama inisial AC, pengurus tambang milik AC berani melawan petugas Polhut ketika akan memberi surat teguran dan hampir terjadi adu jotos

Tidak sampai disitu AC pemilik tambang pun, ketika akan dikonfirmasi wartawan sempat mengelak dengan berbagai cara seperti mengelabui wartawan dan petugas dilapangan, pihak Polhut telah mendata setidaknya ada tiga pengusaha tambang yang sudah berani terang – terangan melakukan aktivitas pertambangan dalam kawasan hutan

Insiden hampir adu jotos antara petugas Polhut dengan pengurus tambang miluk AC dibenarkan oleh Kepala UPTD KPHP Jebu Bembang Antan ( unit II ) Melyadi S.Hut membenarkan insiden adu jotos hampir terjadi dilapangan

“Dari laporan Polhut dilapangan ketika akan memberikan surat teguran pihak pengurus tambang tidak mau terima dan hampir terjadi insiden itu ( adu jotos – red ) ujar Melyadi

Menurut Melyadi daerah itu ( tambang besar – red ) sudah sering ditertibkan namun masih saja sering terjadi dan para pemain ( pengusaha tambang ) berbeda beda bahkan yang sekarang terkenal dengan pemain lama masuk dalam daftar pengusaha besar

Selain itu kata Melyadi pihak pengusaha tambang disitu merasa punya beck-up maka dari itu mereka ( pengusaha tambang – red ) berani melawan petugas Polhut dan itu memang benar hampir terjadi insiden adu jotos di lapangan dengan oknum

 "Dari informasi warga setempat bahwa lokasi yang dimaksud kembali dilakukan penambangan dengan menggunakan alat berat jenis escavator oleh pengusaha berasal dari warga kecamatan Parittiga bahkan diketahui adalah pemain lama” kata Melyadi

Diakui Melyadi kegiatan patroli rutin terus dilakukan oleh Polhut dalam wilayah KPHP Jebu Bembang Antan meskipun terkadang minimnya anggaran operasional

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4