background img
bank bjb
PMI Kota Bandung Gelar Kegiatan Orientasi Pembina PMR

Kegiatan Orientasi Pembina PMR angkatan Ke-2 Se Kota Bandung di La Oma Hotel jalan Cijeruk 62 Lembang (Foto: Asep Ruslan)

Angkatan Ke-2 Se Kota Bandung

PMI Kota Bandung Gelar Kegiatan Orientasi Pembina PMR

LEMBANG - Upaya meningkatkan pemahaman terkait dasar kepalangmerahan, dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung dengan melatih 30 orang guru yang merupakan Pembina Palang Merah Remaja (PMR), 3 orang tingkat Mula (SD), 14 orang Madya (SMP) dan 13 orang Wira (SMA/SMK) se Kota Bandung, dengan materi Orientasi Pembina PMR. Hal ini dilakukan untuk menstimulus seluruh sekolah, agar aktif dalam kegiatan PMR.

Ijang (Wakil Sekretaris PMI kota Bandung, Asep Ruslan (Sinarpaginews) dan Ace Kusnadi (Foto: Asep Ruslan) 

Dikatakan oleh Ketua Panitia Ace Kusnadi, kegiatan orientasi Pembina PMR ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 27-29 Agustus 2019.

"Kegiatan orientasi pembina PMR ini adalah pengenalan khusus bagi para guru Pembina PMR di sekolah-sekolah se kota Bandung, tujuannya untuk mengorientasikan para Pembina PMR agar bisa memahami tentang kepalangmerahan. Ini kegiatan ke 2 dilakukan oleh PMI kota Bandung. Dengan maksud untuk menyampaikan kepada para Pembina PMR tentang pola kegiatan dan kurikulum yang dilakukan oleh PMI terhadap pembinaan PMR di setiap sekolah. Nantinya para guru harus menstimulasikan dari materi-materi yang ada termasuk kurikulum ini di sekolahnya masing-masing,” ujar Ace yang juga Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Sumber Daya Manusia PMI Kota Bandung kepada Sinarpaginews.com di La Homa Hotel jalan Cijeruk No. 62 Lembang, Selasa (27/8/2019).

Senyum ceria para sukarelawan PMI, Guru yang jadi Pembina PMR di sekolah (Foto: Asep Ruslan)

“Kegiatan ini mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dan anggaran yang diserap adalah kucuran dana hibah dari Pemerintah kota Bandung,” tambahnya.

Asep Sudrajat (KUPT Damkar Utara Bandung), Asep Ruslan (Ketua Paguyuban Asep Dunia DPW Priangan Barat) dan Asep Bambang (Foto: Asep Ruslan)

Terkait materi yang diberikan dan harapan yang ingin dicapai, Ace menjelaskan.

“Materinya selain pengenalan tentang organisasi kepalangmerahan dan siklus pembinaan PMR di sekolah, para pembina juga harus menguasai 7 materi pokok yang sudah standar kurikulum dari PMI pusat. Untuk narasumber seluruhnya dari pengurus PMI kota Bandung dan staf PMI Provinsi Jawa Barat. Harapannya, pemerataan terhadap ilmu pengetahuan dan keterampilan bagi para Pembina PMR yang ada di sekolah, agar tujuan manajemen pembinaan PMR bisa terlaksana dan tercapai sesuai harapan secara nasional,” pungkas Ace.

Sambutan Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto (Foto: Asep Ruslan)

Dalam sambutannya Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto menyampaikan tentang tugas-tugas PMI dan keberadaan PMR di sekolah sangat penting.

“Dalam kebencanaan PMI ada di mana-mana. Kehadiran PMR di sekolah sangat penting karena anak-anak tingkat aktifitasnya sangat tinggi,” ujar Ade.

Targetnya di setiap RW harus ada satu orang sukarelawan PMI.

“Pada saat terjadi kebakaran di daerah Andir kota Bandung, korban luka bakar untuk pertolongan pertama akibat kulitnya melepuh diberi odol (pasta gigi), dan pada saat dibawa berobat ke RS odolnya harus dibersihkan akibatnya korban jejeritan karena sakit.  Saat tangan melepuh karena tersiram air atau minyak panas, jangan mengolesi luka bakar tersebut dengan odol atau pasta gigi. Ini cara salah yang justru membuat luka makin parah,” terangnya.

Masyarakat awam seringkali mengobati luka bakar dengan mengoleskan odol, margarin atau minyak. Padahal hal tersebut tak diperbolehkan, karena itu bukanlah pilihan yang benar.

"Untuk luka bakar ringan, pertolongan pertamanya yaitu diguyur air yang mengalir dari kran selama 30-40 menit. Jangan diberi odol, tepung, kecap, mentega. Paling bagus diberi es," jelas Ade.

Menurutnya, odol atau pasta gigi tak bisa meringankan luka bakar. Berbagai kandungan zat di dalamnya, seperti pemutih dan pewarna, justru malah bisa memperparah luka dan memicu timbulkan infeksi.

“Mengolesi pasta gigi atau mentega pada luka bakar juga bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh, yang akhirnya menghambat proses penyembuhan,” ungkapnya.

“Alhamdulillah PMI Kota Bandung saat ini meraih predikat ke 5 PMI terbaik di Indonesia," pungkas Ade.

Peyematan tanda peserta oleh Kepala PMI kota Bandung dan Pengawas Pembina SMK Disdik Provinsi Jabar (Foto: Asep Ruslan)

Selanjutnya acara dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah VII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang diwakili Pengawas Pembina SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dr. H. Iwa Wiswara Syamsu, MM.Pd di La Homa Hotel jalan Cijeruk No. 62 Lembang, Selasa (27/8/2019).

Sambutan Kepala Cabang Dinas Wilayah VII Disdik Provinsi Jabar yang diwakili Pengawas Pembina SMK Disdik Provinsi Jabar (Foto: Asep Ruslan)

Dalam sambutannya, Iwa berharap selama tiga hari ini para peserta bisa betah dan belajar tentang PMR dengan baik .

“Bapak dan ibu punya tugas untuk menularkan ilmu yang didapat ini kepada anak didiknya di sekolah masing-masing,” ucapnya.

“Semoga PMI Kota Bandung menjadi PMI nomor satu yang terbaik di Indonesia,” harapan Pengawas Pembina SMK Disdik Provinsi Jabar (Foto: Asep Ruslan)

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4