background img
bank bjb

Puluhan Kapal Nelayan Lego Jangkar Depan Muara Air Kantung Sungailiat

Sungailuat,Bangka,sinarpaginews.co. -- Puluhan kapal nelayan Sungailiat terpaksa lego jangkar di depan muara Air Kantung Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Pasalnya alur muara tersebut mengalami pendangkalan, ditambah kondisi air laut lagi surut.

Seperti yang sampaikan YS (38 Tahun) warga Lingkungan Nangnung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka yang berprofesi sebagai nelayan tangkap kepada awak media melalui telepon mengatakan kapal miliknya tidak bisa masuk muara lantaran muara dangkal. 

"selamat pagi bang mau menginformasi kapal kami tidak bisa masuk muara karena kandas (Dangkal ), terpaksa kami lego jangkar di depan mulut muara dari jam 00:00 WIB malam sampai Jam 09 : 00 WIB pagi," Ungkap YS, Rabu (28/8) Pagi melalui telepon saat berada dikapal miliknya yang lagi lego jangkar depan muara Air Kantung Sungailiat Bangka.

Ditanya awak media langkah apa yang dilakukan supaya bisa masuk alur muara? Warga Lingkungan Nangnung tersebut mengatakan akan menunggu air laut pasang baru bisa masuk alur muara tersebut.

"posisi kami sekarang lagi menunggu air laut pasang bang, baru kapal kami bisa masuk ke pelabuhan," jawab YS

Pantauan awak media dilokasi muara nampak puluhan kapal nelayan dalam posisi lego jangkar, sementara PT. Pulomas Sentosa selaku pihak yang melakukan pendalaman alur muara Air Kandung menurunkan Eksavator (alat berat) untuk mengatasi pendangkalan tersebut.

Sebelumnya keluhan pendangkalan alur muara Air Kantung Sungailiat juga disampaikan Samsul Maarif (46 ) selaku nelayan setempat yang sering keluar masuk alur muara tersebut mengatakan kondisi alur muara sekarang dangkal dan sempit.

"ya mengenai alur muara air kantung kondisi sekarang dangkal, susah kapal kita mau keluar masuk, tunggu air pasang dulu baru kapal bisa keluar atau masuk muara, ditambah lagi mulut muara mengecil. Kalau air surut lebar alur kira - kira 3 meter. jadi kalau kita mau melaut kita tunggu air pasang secara tabel air kapal bisa keluar kondisi air itu minimal 19 dan 20," Ungkap Samsul Maarif, Senin (27/8) sore bertempat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat Bangka.

Saat ditanya awak media kepada Samsul Maarif apakah sudah merasakan puas terkait apa yang telah dilakukan PT. Pulomas Sentosa selaku pihak yang melakukan pengerukkan alur muara Air Kantung? Bapak berusia (46 tahun ) itu menjawab tidak puas.

"apa yang dikerjakan pulomas sekarang saya kurang puas, alur muara sempit ditambah lagi keberadaan kapal isap kecil milik mereka ditepi alur itu semangkin memperkecil alur untuk kita keluar masuk, belum lagi tumpukkan pasir di mulut muara kalau gelombang besar pasirnya turun menutupi alur muara," Jelasnya

Lanjut Samsul Maarif dulu sekira tahun 1994 kondisi alur muara Air Kantung tak seperti sekarang mengalami pendangkalan dan sempit.

"kalau dulu pak ya sekitar tahun 1994 saat itu alur muara Air Kantung masih dikerjakan PT. Timah keluar masuk alur muara ini tidak tergantung pasang surut air, saya masih ingat kala itu kapal isap Lepar dan kapal isap Semujur yang melakukan pendalaman alur." Tukasnya

Hingga berita ini diturunkan pihak terkait masih diupayakan konfirmasinya

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4