background img
bank bjb
Mengangkat Kembali Isu Indo-Pasifik di KTT ASEAN

Mengangkat Kembali Isu Indo-Pasifik di KTT ASEAN

JAKARTA, -- Presiden Joko Widodo dipastikan hadir dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Bangkok, Thailand. Dalam pertemuan tersebut, presiden diprediksi akan mengangkat kembali isu Indo-Pasifik.

"Perkiraan kami isunya ASEAN Outlook on Indo-Pacific. Karena kita tahu tahun lalu presiden sudah sampaikan kepada negara-negara mitra bahwa ASEAN sedang merancang satu outlook tentang Indo-Pasifik," kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Tavares di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

Jose menambahkan, presiden rancananya akan mengajak para negara-negara mitra ASEAN untuk bekerja sama. Selain itu, kata Jose, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga akan menyampaikan suatu ide mengenai Indo-Pasifik.

"Menlu Retno sampaikan suatu ide untuk menyelenggarakan ASEAN Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum yang akan dilaksanakan pada 2020 mendatang," imbuh Jose seperti dilansir situs medcom.id.

Selain mengenai Indo-Pasifik, rencananya Presiden Jokowi juga akan menyampaikan fokus terkait Laut China Selatan, Rakhine State, penanggulangan bencana, dan juga limbah beracun, serta pencegahan terorisme.

KTT ASEAN akan dilakukan di Bangkok, Thailand. Rangkaian acara dimulai hari Rabu 30 Oktober hingga 4 November 2019.

Presiden Jokowi akan mulai pertemuan pleno KTT pada 2 November. Sementara pada 3 November, Jokowi dijadwalkan menghadiri upacara pembukaan, KTT ASEAN-Tiongkok, KTT ASEAN-India, KTT ASEAN-PBB, dan gala dinner.

Sementara pada 4 November, Presiden dijadwalkan menghadiri ASEAN Plus 3 Summit, makan siang khusus untuk pembangunan berkelanjutan, KTT Asia Timur, KTT ASEAN-Jepang, KTT RCEP, dan penutupan.

Presiden juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa negara, seperti Selandia Baru, Australia, India, Jepang, dan Sekretaris Jenderal PBB.

Indonesia Siap Pasang Badan untuk Urusan Asap

Indonesia siap menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan dalam penanganan asap. Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Tavares menuturkan Indonesia akan pasang badan jika masalah asap diungkapkan di Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Bangkok, Thailand.

"Indonesia siap menjelaskan bahwa kita telah mengambil langkah dan dapat dipadamkan secara cepat," kata Jose di Jakarta.

Jose menambahkan asap juga bisa terjadi karena kondisi cuaca. Pasalnya, Indonesia tengah mengalami kemarau cukup panjang yang bisa menyebabkan kebakaran hutan.

Meski demikian, Jose tak menampik adanya kesalahan manusia dalam pembakaran hutan. Namun, dia menambahkan, pemerintah telah mengambil langkah tegas.

"Lebih dari 200 orang ditahan terkait pembakaran hutan, dan diproses secara hukum apabila terbukti bersalah, termasuk wakil-wakil dari perusahaan. Dan ada langkah untuk menyegel beberapa perusahaan yang lahannya terbakar untuk tidak digunakan," terangnya.

Menurut Jose, ini merupakan langkah tegas yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang asapnya mencapai negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

"Pemerintah serius menangani transboundedr haze polution ini. Jadi kalau memang isu ini diangkat, Indonesia siap untuk menjelaskan apa yang selama ini kita lakukan," pungkasnya.

sumber: RM

Berita Lainnya
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4