background img
bank bjb
Tersangka 'Permainan' SPPD DPRD Pangkalpinang Segera Diungkap

Kajari Pangkalpinang RM Ari Priyo Agung, dan Kasi Intel.Ryan Sumartha

Tersangka 'Permainan' SPPD DPRD Pangkalpinang Segera Diungkap

Pangkalpinang,Bangka Belitung,sinarpaginews.com – Pusaran dugaan ‘ Permainan ‘ Surat Perintah Perjalanan Dinas ( SPPD ) anggota DPRD kota Pangkalpinang periode 2014-2019 sedikit demi sedikit akan segera terbuka ke permukaan publik

Tak terasa kasus perkara dugaan ‘Permainan' SPPD ini sudah berjalan selama 2 ( dua ) tahun yakni sejak 2017, dari perkara ini pihak Kejaksaan baru satu orang yang telah divonis hakim yakni Bendahara DPRD kota Pangkalpinang, Budik Wahyudi,diketahui Budik Wahyudi divonis hakim pada Pengadilan Tipikor selama 1,6 tahun.Senin (5/3/2018) lalu

Kini, penyidik Pidana Khusus ( Pidsus ) Kejari Pangkalpinang sebentar lagi akan mempublikasikan kepada publik nama tersangka ‘Permainan’ SPPD itu,namun hingga naskah ini dirilis wartawan belum mendapat informasi detail siapa – siapa tersangka tersebut apakah itu dari kalangan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) ataukah dari mantan anggota DPRD sebelumnya

“Dari hasil espos kita ( Penyidik Kejari Pangkalpinang – red ) segera kita umumkan ke publik terkait nama tersangka SPPD” ujar Kajari Pangkalpinang RM Ari Priyo Agung didampingi Kasi Intel Ryan Sumartha.Kamis (31/10/2019) kemarin

Namun sayang RM Priyo Agung tidak menyebutkan nama- nama tersangka saat itu,bahkan meskipun wartawan mencoba mengorek siapa nama tersangka tetap Kajari Pangkalpinang RM Priyo Agung tidak memberi jawaban pasti

“Untuk nama tersangka nanti akan kita umumkan, pada hari Selasa (5/11/2019) siang mendatang, jadi saat ini, harap bersabar dulu” kata Kajari didampingi Kasi Intel Ryan Sumartha

Diakui Kajari bahwa pihaknya juga sebelumnya telah melakukan gelar Ekspos terhadap perkara ini untuk itu, hasilnya baru nanti akan kita umumkan atau sampaikan kepada rekan- rekan wartawan “Sebelumya terlebih dahulu kita sudah gelar Ekspos terhadap perkara itu” papar Priyo Agung

Terpisah Marshal Imar Pratama (Ketua Umum Persatuan Civitas Akademika Lintas Perguruan Tinggi Indonesia) mengapresiasi kinerja pihak penyidik khususnya Pidsus Kejari Pangkalpinang yang telah bekerja secara profesional.

“Saya apresiasi kinerja penyidik,namun jangan hanya menyeret PNS nya saja sebagai tersangka akan tetapi bagi anggota DPRD nya juga harus terlibat karena aksi korupsi tidak mungkin terjadi hanya satu orang” ujar Marshal

Namun,SPPD fiktif tak bisa terpusat pada wilayah Pangkalpinang saja, mengingat kasus seperti ini adalah kasus klasik yang kapan saja, periode mana saja dan siapa saja bisa terlibat pada kasus tersebut. Moment ini sebagai ajang bagi Penegak Hukum untuk mengusut tuntas perkara ini sampai selesai, agar kasus yang sama tidak terulang lagi dimasa mendatang dan pada periode yang akan datang.

Jika mau fair.. kita buka-buka'an saja dan dilaksanakannya audit secara menyeluruh, baik itu internal Legislatif maupun pihak penyedia jasa-nya.

“Duga'an saya kuat dan yakin seribu persen bahwa pihak Legislatif tidak melaksanakan tugas serta fungsinya secara benar dan nyata sebagai wakil rakyat.

Saya berbicara seperti ini bukan tanpa dasar dan bukti, krn saya telah menyelidiki perihal kasus klasik tersebut di semua Kabupaten/Kota bahkan Provinsi serta pengakuan beberapa mantan anggota Legislatif tentang tingkah laku yang tidak senonoh tersebut.

Penegak hukum tak boleh memandang sebelah mata, apalagi hanya berorientasi pada wilayah Pangkalpinang saja. Semua ini adalah PR yang sangat besar untuk Penegak Hukum pada umumnya dan Pihak Kejaksaan pada khususnya.

Berita Lainnya
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4