background img
fULL BENNER 1
Studi Banding CDK Wilayah VII Dishut Jabar Ke Pusat Perlebahan Madu KPH Yogyakarta

Kepala CDK Wilayah VII Dishut Jabar, Fajar Abdillah, S.Hut, MAP, bersama para penyuluh CDK wilayah VII studi banding ke pusat perlebahan madu di KPH Yogyakarta 11-13 Nopember 2019 (SPN/Asep Ruslan)

Ekowisata Edukasi Taman Madu Bronto

Studi Banding CDK Wilayah VII Dishut Jabar Ke Pusat Perlebahan Madu KPH Yogyakarta

YOGYAKARTA - Sebanyak 50 orang petugas penyuluh dan staf karyawan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VII, termasuk 2 personil dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat mengikuti studi banding ke pusat perlebahan madu di Jawa Tengah tepatnya di Ekowisata Edukasi Taman Madu Bronto KPH Yogyakarta dari tanggal 11-13 Nopember 2019.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VII, Fajar Abdillah, S.Hut, MAP selaku pimpinan rombongan kepada Sinarpaginews mengatakan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kinerja pegawai dan menambah wawasan bagi para penyuluh juga untuk menjaga kekompakan antar pegawai,” ujarnya.

"Studi banding untuk meningkatkan kreatifitas para penyuluh dalam membina Kelompok Tani Hutan (KTH) nya biar lebih kreatif dan tidak monoton, karena potensi Jawa Barat sangat unggul jika dibandingkan dengan daerah lain, baik dari sisi kelola ekologi, kelola kelembagaan maupun kelola ekonominya, hanya tinggal ditingkatkan kreatifitasnya," tambahnya.

Menurut Fajar, sebetulnya di Ciamis sendiri sudah ada kawasan perlebahan yang sudah berjalan dan berproduksi yaitu di daerah Banjarsari, namun belum bisa menjadi sebagai pusat Edukasi apalagi ekowisata. Mudah-mudahan dengan adanya studi banding ini KTH nya bisa digenjot untuk meningkatkan kreatifitasnya sehingga kawasan perlebahan madu yang ada di Banjarsari bisa lebih baik lagi.

Kegiatan studi banding ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan oleh CDK wilayah VII Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2019. Walaupun dengan segala keterbatasan anggaran, tetapi Fajar mampu mengkoordinir karyawannya untuk melaksanakan kegiatan studi banding ini.

Lokasi Ekowisata Edukasi Taman Madu Bronto, Yogyakarta (SPN/Asep Ruslan)

Kunjungan ke kawasan Ekowisata Edukasi Taman Madu Bronto merupakan studi banding yang bisa menyajikan edukasi dan wisata, dimana lebah yang diternakan merupakan jenis serela, kenapa jenis ini lebih tahan cuaca dan jika disengat malah menguntungkan untuk salah satu penyakit.

Madu artinya manis, Bronto artinya hati, jadi Madu Bronto artinya hati yg manis atau pulang dari kawasan Madu Bronto membawa sesuatu hati yang manis dan bahagia.

Pengelolaan kawasan Taman Madu Bronto untuk edukasi seluas 20 ha yang diijinkan oleh RPH Bronto, tetapi untuk lebah madunya boleh seluruh kawasan ditanami selama tidak merusak tanaman sekitar. Luas RPH nya 647 ha, dengan personil 5 orang, terdiri 2 ASN dan 3 outshorshing.

Pakan madu, pohon kayu putih dan bunga matahari (SPN/Asep Ruslan)

Penduduk sekitar diajak bergabung untuk membantu pengamanan hutan dalam suatu wadah Kelompok Tani Sari Sekar Seto (S3), agar dapat terjaga hutannya, terjaga kelestariannya dan terhindar dari bahaya kebakaran.

Selain kelompok Madu Bronto ada juga kelompok Tumpangsari lainnya, seperti : kelompok pertanian, kelompok peternakan, kelompok kehutanan dan kelompok wisata. Hal ini untuk memudahkan, apabila ada pengunjung yang datang, dari pertanian maka kelompok pertanian yang menjadi narasumbernya, dan seterusnya. Tetapi yang paling besar saat ini adalah kelompok tani hutan Madu Bronto yang menaungi kelompok S3.

Kegiatan studi banding ini dilaksanakan mengingat Kelompok Tani Hutan (KTH) CDK wilayah VII yang setiap tahun selalu diikutkan dalam lomba Wana Lestari, sehingga perlu adanya perbandingan dengan daerah luar agar bisa meniru, mengamati dan memodifikasi apa yang sudah dilaksanakan diwilayahnya. Menambah yang kurang, memperbaiki yang sudah ada dan menjaga yang sudah bagus dari suatu kawasan binaan agar bisa menjadi tempat wisata sekaligus tempat edukasi dan percontohan bagi daerah lainnya, sehingga KTH yang berada di CDK wilayah VII menjadi juara nya.

Penyerahan madu hasil lebah Serela dari KPH Yogyakarta kepada Kepala CDK Wilayah VII Dishut Jabar, Fajar Abdillah, S.Hut, MAP (SPN/Asep Ruslan)

Selanjutnya Fajar berharap dengan dilaksanakannya kegiatan studi banding ini, para penyuluhnya, bisa lebih solid, lebih kompak dan lebih semangat dalam bekerja.

“Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini, para penyuluh bisa lebih solid, lebih kompak dan lebih semangat lagi dalam bekerja. Tidak monoton dalam membina KTH nya agar bisa menjadikan kawasan hutan rakyat menjadi kawasan yang bisa menjadi pusat edukasi juga wisata, baik dari perlebahan nya juga tumpang sari lainnya,” pungkas Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VII, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. (Lely)

Berita Lainnya
Bawah 32 Square bawah bawah 34 Square samping 3