background img
bank bjb 1
Provokasi Masalah Batu Belubang Siap Ditangkap

Massa dari warga Sinar Bulan dan Temberan berkumpul menuntut warga pendatang segera angkat kaki

Provokasi Masalah Batu Belubang Siap Ditangkap

Pangkalpinang,sinarpaginew.com -- Sebanyak 200 orang dari warga Sinar Bulan dan Tamberan, kelurahan Air Hitam, kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinag, Mendatangi Kantor Lurah Air Hitam, Senin (23/12/2019) Pukul 20.30 WIB

Kedatangan ratusan masyarakat itu menuntut pengusiran warga pendatang dari Selapan, Sumatera Selatan (Sumsel), atas dampak kejadian kasus penganiayaan di desa Batubelubang,kabupaten Bangka Tengah ( Bateng ) 

Pantaun wartawan, saat di tengah-tengah masyarakat, tampak hadir Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono Septana, Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang,Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra Dan Unit Kodim 0413/Bangka Lettu Inf M Asep, Lurah Andika Rukmana, Camat Bukit Intan Epran, perwakilan Ketua RT di kelurahan Air Itam, Sinar Bulan dan Temberan, Serta para tokoh agama. 

Informasi yang berhasil dihimpun waetawan yang pertama adalah, masyarakat menuntut penolakkan warga Selapan diwilayah mereka, kedua kemudian masyarakat meminta agar warga Selapan yang banyak tinggal di kontrakan serta melakukan penambangan di sekitar perairan Pasir Padi agar segera angkat kaki.

Kepada wartawan, Camat Bukit Intan Efran mengatakan agar masayarakat tenang, biarkan proses hukum yang berjalan karena pelaku pun sudah diamankan.

Iapun berharap masyarakat tetap tenang dan niatan malam ini adalah audiensi.Terkait hal tersebut pihaknya mengharapkan masyarakat tetap mendengar himbauan para Lurah dan ketua RT serta tidak mengambil tindakan sendiri.

"Tidak ada diskriminasi, dari pemerintahan. Namun karena kita diskusi, diharapkan ada masukan untuk kedepannya, Saya pun apresiasi Kerja keras Pihak Kepolsian khsusnya Polres, karena cepat ungkap pelaku. Saya pun menyampaikan masukan dari masyarakat,pertama, tindakan hukum, kedua, masukan dari masyarakat terkait penolakan," Kata Camat. 

Senada dengan Camat Ketua RT07 Sinar Bulan, Alatas mengaku pihaknya sudah beberapa kali di datangin oleh masyarakat agar mengusir warga Selapan.

"Beberap hari ini, kami didatangi warga terkait kehadiran warga Selapan. Pada intinya, kami mewakili masyarakat dan menyatakan sikap tolak Tambang Inkovesional (TI), karena menurut masyarakat, penyebab hadir warga Selapan karena Tambang Ilegal. Masyarakat memang diuntungkn karena kontrakan terisi, namun lebih besar dampak buruk,"ucapnya.

Tokoh agama/mantan Ketua k

arangtaruna, Rofai menyatakan pihaknya tidak setuju apabila pengusiran dilakukan dengan cara mendata masyarakat yang tinggal di kontrakan maupun beberapa tempat. Pihaknya mengusulkan agar pengusiran dimulai dari pengusiran TI di perairan, karna apabila tambang ilegal di usir maka secara otomatis masyarakat Selapan juga akan pergi.

Sementara itu Kapolsek Bukit Intan, AKP Adi Putra menyampaikan diharapkan masyarakat bekerjasama dengan pihak Kepolisian. Pihaknya juga telah menyebarkan nomor kontak agar apabila ada rencana dan masalah di masyarakat segera dapat menghubungi no tersebut. 

"Permasalahan ini didasari adanya provokasi karena atas korban penusukan di Batu Belubang. Pihaknya menyarankan agar masyarakat kembali melakukan audiensi untuk membentuk regulasi khususnya bagi pendatang yang wajib lapor. Disisi lain regulasi dapat dibentuk untuk mengatur aktivitas lainnya, asalkan tetap berdasarkan hukum yang berlaku. padahal mau musyawarah, namun ada provokasi, jadi terkesan ada masalah,"ucapnya.

Masih dikatakan mantan Kasat Intel Polres Pangkalpinang itu, bahwa masalah penusukan, sekarang sudah diungkap

tidak ada korban jiwa, korban dalam tahap pemulihan

Sementara masalah warga Selapan, pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat. Namun menurutnya ada sistem, 3 pilar, ke depan akan dibuat regulasi yang baik.

"Kedepan kita akan ajak Musyawarah, RT lurah camat, buat regulasi, namun tetap junjung HAM, Selanjutny untuk cegah provokasi mlm ini agar masyatakat bubar, ke depan buat pertemuan kembali di kantor camat untuk buat regulasi yang baik."

Saat ditanyakan Apa Informasi yang herhasil di kumpulkan Timnya, Terkait datangnya masyarakat. Ia mengaku ada beberapa Oknum yang di duga menjadi Provokator hingga terjadilah suasana demikian.

"Ada Hembusan Informasi bahwa korban kasus penikaman itu telah meninggal dunia maka masyarakat geram. Pelakunya kan sudah kita amankan dan pelaku Warga Toboali. Sebenarnya ada oknum tertentu yang Provokator. Tadi dirapat sudah saya tegaskan jangan coba-coba kalau terbukiti Provokator akan saya proses hukum."tegasnya.

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Beebopp pa erwin ASEP PRESIDEN purwakarta 2