background img
HAKLI Sampaikan 5 Pernyataan Cegah Penularan Virus COVID-19

Prof. Dr. Arief Sumantri, S.KM, M.Kes dan Dirjen Kesmas Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH (Foto: HAKLI/Asep Ruslan).

HAKLI Sampaikan 5 Pernyataan Cegah Penularan Virus COVID-19

JAKARTA - Berkenaan dengan ketetapan World Health Organization (WHO) yang mengubah status kejadian infeksi Covid-19 dari Public Health Emergency of International Concern menjadi Pandemi dan eskalasi peningkatan inpeksi COVID-19 terjadi secara massif. Sejak dilaporkannya kasus positif COVID-19 di Depok, Minggu (1/3/2020). Kasus ini terus meningkat dan terjadi penyebaran secara massif pada wilayah DKI Jakarta. Sehingga Gubernur DKI Jakarta menetapkan Tanggap Darurat Bencana Wabah COVID-19, Jumat (20/3/2020).

"Setiap hari jumlah kasus mengalami peningkatan dan juga telah dilaporkan penyebaran kewilayah provinsi lain, hingga saat ini hampir semua provinsi tercatat telah dilaporkan infeksi COVID-19.Dalam kurun waktu sepekan lebih, jumlah infeksi COVID -19 di Indonesia Semakin meningkat Data per Sabtu tanggal 28 Maret 2020 Jumlah pasien yang positif sudah mencapai 1,155 kasus. Dalam satu hari ada penambahan 105 kasus dari awalnya 1.050 kasus, jumlah yang meninggal mencapai 102 orang, dengan jumlah tersebut Indonesia memiliki Fatality Rate tertinggi kedua di dunia dan tertinggi di ASEAN," kata Prof. Dr. Arief Sumantri, S.KM, M. Kes, Ketua Umum PP Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) dalam Gerakan Sanitasi Lingkungan Nasional (GSLN) dalam rangka pengendalian dan pencegahan COVID-19 di Cengkareng Jakarta Barat, Minggu (29/03/2020).

(Foto: HAKLI/Asep Ruslan)

Menurutnya, upaya pencegahan penyebaran dengan eskalasi infeksi COVID-19 yang semakin luas pada seluruh segmen masyarakat. Wilayah DKI Jakarta dengan tingkat kepadatan penduduk 16.704 jiwa/km2 jika dibandingkan dengan kepadatan penduduk Indonesia yang hanya 141 jiwa/km2 (berdasarkan hasil proyeksi penduduk Indonesia 2020). Maka penularan infeksi diwilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi tanpa dilakukan social distancing akan menjadi media yang memperpanjang existensi COVID-19. Media tersebut bisa langsung kontak pada penderita dengan kategori ODP dan PDP melalui droplet, media atau benda yang sering menjadi sentuhan tangan dan tempat yang memungkinkgan virus COVID-19 melekat pada benda tersebut untuk menunggu tersentuh atau terhirup oleh manusia dalam bentuk debu atau partikel halus berukuran 400-500 micro.

(Foto: HAKLI/Asep Ruslan)

Kepatuhan masyarakat untuk disiplin melaksanakan social distancing sudah mengalami peningkatan, akan tetapi adanya komunitas ekonomi informal seperti pedagang keliling, pengemudi online dan pekerja informal pada tempat-tempat umum yang rentan dengan kebijakan work for home (WFH), maka menjadi mata rantai pencegahan yang perlu mendapatkan perhatian. Disisi lain animo masyarakat untuk insiatif proaktif melakukan pencegahan mandiri membentuk habituasi lingkungan padai perilaku saniter seperti cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan desinfeksi hingga dilakukan secara massif.

"Upaya pencegahan dapat maksimal dengan penurunan infeksi COVID-19, jika seluruh potensi resiko penularan dapat sinergis secara bersama melakukan social distancing dengan mengupayakan perilaku yang saniter, serta mendayagunakan partisipasi masyarakat dan kader kesehatan untuk turut bersama mencermati masyarakat yang ODP berdasarkan konfirmasi fasyankes (suatu kondisi sakit, tidak terlihat sakit, terdapat bibit penyakitdan dapat menularkan penyakit) agar dapat pulih dan sembuh serta tidak menjadi sumber infektif COVID-19 secara kumulatif pada masyarakat," ungkap Prof. Arief.

(Foto: HAKLI/Asep Ruslan)

Berdasarkan hal tersebut, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) sebagai organisasi profesi pada bidang preventif dan promotive, secara seksama turut merasakan keadaan dan situasi terjadinya peningkatan penyebaran infeksi COVID-19 secara massif diseluruh wilayah Indonesia.

HAKLI menyampaikan 5 pernyataan sebagai berikut :

1. Mengharapkan Pemerintah melakukan peningkatan koordinasi dan sinkronisasi pada elemen Pentahelix antar unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, Lembaga usaha dan media masa untuk Bersatu membangun kebersamaan dalam pencegahan penyebaran infeksi COVID-19.

2. Mendorong Pemerintah untuk memberikan subsidi secara sistemik pada masyarakat terdampak dari pembatasan aktifitas ekonomi pada masa social distancing sebagai upaya preventif peningkatan infeksi COVID-19.

3. Menganjurkan Pemerintah untuk meningkatkan upaya deteksi dini secara massif pada masyarakat potensi ODP dan PDP, sehingga dapat dilakukan pencegahan eskalasi infeksi COVID-19 terhadap peningkatan jumlah kasus yang besar.

4. Menyerukan Pemerintah meningkatkan pengawasan dan koordinasi pada kegiatan desinfeksi dan penggunaan desinfektan COVID-19 yang memperhatikan keselamatan manusia serta bahan dan lingkungan.

5. Mendorong Pemerintah meningkatkan pendayagunaan Sanitarian pada pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dalam menjaga konsistensi perilaku higienis dan saniter.

“Semoga HAKLI dapat memberikan sinergi dari upaya Pemerintah dalam mengatasi eskalasi infeksi COVID-19,” pungkas Prof. Dr. Arief Sumantri, S.KM, M. Kes, Ketua Umum PP HAKLI. 

Berita Lainnya
pemda brebes Pemda Brebes 2 Pemda Brebes 3 Pemda Brebes 4
Square bawah 5 Square bawah 6 Square bawah 7 Square bawah 8
Bawah 34 SMK pa Asep Bawah 34 Pemda Sukabumi