background img
bank bjb 1
IPM Di Brebes Dinilai Masih Rendah, Perlu Upaya Kongkrit Sebagai Solusi

IPM Di Brebes Dinilai Masih Rendah, Perlu Upaya Kongkrit Sebagai Solusi

BREBES - Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Brebes yang dinilai masih rendah tidak lepas dari IPG (Indek Pembangunan Gender) dan IDG (Indek Pemberdayaan Gender). Untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya kongkrit sebagai solusi dari permasalahan tersebut.

Harus ada komitmen pelaksanaan, perencanaan dan penganggaran yang responsif Gender (PPRG) oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Derah secara sungguh sungguh.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat membuka Pertemuan Fasilitasi dan Evaluasi Anggaran Responsif Gendre (ARG) 2020, di Hotel Anggraeni Jatibarang, Brebes, Kamis (23/7).

Kata Narjo, IPG Kabupaten Brebes yaitu 67,89 sedangkan IPG Provinsi Jawa Tengah sebesar 92,22.

“Dan capaian IDG Kabupaten Brebes sebesar 59.26, masih jauh dibanding dengan Provinsi Jawa Tengah 74,89. Oleh karena itu harus menjadi perhatian kita bersama,” ajak Narjo.

Harus ada komitmen bersama, guna mempertahankan prestasi Kabupaten Brebes di bidang Pengarusutamaan Gender (PUG).

Sejak kepemimpinan Idza-Narjo, lanjutnya, prestasi PUG Kabupaten Brebes berupa penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) terus meningkat. Prestasi APE yang diraih secara berurut pada 2012 memperoleh APE Kategori Pratama, Tahun 2016 naik peringkat Kategori Madya, dan pada 2018 naik peringkat lagi penghargaan APE Kategori Utama.

“Harus kita pertahankan Prestasi APE Kategori Utama pada 2020,” ajaknya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) dr Sri Gunadi Parwoko menjelaskan, pertemuan fasilitasi dan evaluasi bertujuan meningkatkan komitmen diantara anggota PUG. Juga untuk meningkatkan kinerja rogram PUG sebagai wadah konsultasi bagi para pelaksana dan penggerak PUG dari berbagai OPD.
Sri Gunadi juga menyampaikan pentingnya penerapan protokol kesehatan dimana saja dan dalam acara apapun. Penerapan protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak disamping untuk melindungi diri sendiri juga melindungi orang lain yang ada disekelilingnya.

Bertindak selaku narasumber, Fasilitator Pengarus Utamaan Gendre Tingkat Nasional yakni dosen Universitas Tujuhbelas Agustus (UNTAG) Semarang dr Indra Tertati Msi.(hid/yas).

Berita Lainnya
Iklan brebes pa markus Iklan Mas wahid  square bawah 4