background img
bank bjb 1
Sambut KIB Dan KPIB, Pemkab Brebes Tingkatkan Layanan Kesehatan

Sambut KIB Dan KPIB, Pemkab Brebes Tingkatkan Layanan Kesehatan

BREBES - Menyambut Kawasan Industri Brebes (KIB) dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB), Pemerintah Kabupaten Brebes (Pemkab) meningkatkan Pelayanan Kesehatan.

Wujud dari itu, dengan membangun dan memperbaiki rumah sakit milik Pemkab.
“Kami bertekad meningkatkan pelayanan kesehatan, seiring berdirinya KIB dan KPIB,” tutur Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat menyambut kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Dr dr Terawan Agus Putranto dalam rangka pengamatan penanganan pandemi Covid-19 dan pelayanan kesehatan di RSUD Brebes, belum lama ini.

Idza melaporkan kondisi RSUD Brebes yang berumur lebih dari 50 tahun kini menambah gedung dan fasilitas yang baru. Demikian juga dengan RSUD Bumiayu yang tadinya hanya sebuah puskesmas kini dibangun lagi meskipun pendanaannya meminjam dari Bank Jateng.

“Saat ini tengah dibangun Rumah Sakit Ketanggungan senilai Rp 58 miliar,” tutur Idza.

Meski demikian, Kabupaten Brebes masih kekurangan dokter spesialis dan fasilitas kesehatan, alat kesehatan, serta sarana prasana pendukung kesehatan lainnya. Sehingga Bupati meminta kepada Menteri Kesehatan untuk turut membantu memenuhi kebutuhan percepatan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Brebes.

Bupati juga melaporkan, kalau kasus Stunting masih tinggi dan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kabupaten Brebes tinggi.

Sedangkan untuk kasus Covid-19, Idza menjelaskan bahwa pelayanan rumah sakit di Kabupaten Brebes pelayanannya sudah baik sehingga dapat menurunkan jumlah angka reproduksi covid-19 hingga 0,29 persen. Brebes menempati zona hijau di Jawa Tengah dengan jumlah penderita sebanyak 59 orang, 7 orang dirawat, 10 orang karantina, 42 sembuh, dan tidak ada yang meninggal.
Pelayanan ini, kata Idza, bukan hanya difasilitasi oleh rumah sakit tetapi juga masyarakat sangat berperan dalam penurunan penyebaran covid-19 ini. Diantaranya TNI, POLRI, Organisasi Kemsyarakatan dan elemen masyarakat lainnya.


Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberi perhatian pada tingkat kematian ibu dan anak di Brebes yang masih relatif tinggi.

“Perhatian kesehatan kepada para ibu sangat penting. Karena surga ada di bawah telapak kaki ibu. Kalau ibunya terawat, mereka juga yang akan merawat anak stunting untuk tidak stunting,” ujar Terawan.

Tingginya angka kematian ibu dan anak di Brebes tidak terlepas dari fasilitas kesehatan (Faskes) dan layanan kesehatan (Yankes) yang bisa diakses oleh masyarakat. Menkes berharap di Brebes ada peningkatan mengenai dua hal tersebut untuk menjamin terlaksananya program UHC (Universal Health Coverage).

Seperti diketahui, sejak 2005 semua negara anggota WHO berkomitmen untuk mencapai UHC. Universal Health Coverage merupakan program yang memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi kesulitan finansial.

Terkait penanganan Covid-19 yang banyak memakan korban jiwa dari pasien TBC, Menkes menegaskan agar kepatuhan pasien untuk mengkonsumsi obat ditingkatkan. Ketidakpatuhan pasien minum obat dapat menjadikan mereka yang sebelumnya berstatus SO (Sensitif Obat) menjadi RO (Resisten Obat).

Untuk memuluskan program tersebut, Menkes menyampaikan bahwa Presiden memberi arahan agar ada prioritas Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS).

“Kunci UHC itu pada akses mendapatkan layanan kesehatan, dan ketaatan minum obat. TOSS harus diutamakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Menkes berencana melakukan sinergi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) agar ada lokasi khusus di Brebes untuk menangani pasien TBC dan Covid dengan keluhan ringan. Kerjasama lintas sektor tersebut merupakan bentuk penanganan secara lateral pasien TBC dan Covid di Brebes yang kemungkinan juga akan melibatkan relawan dan dokter spesialis yang disiapkan secara khusus.

“Kalau dulu dokter spesialis bisa diwajibkan untuk tugas di daerah tertentu, sekarang hal itu tidak ada lagi. Tidak adanya program penugasan wajib bagi dokter spesialis nanti bisa diganti dengan program pemberdayaan penugasan khusus,” tandasnya. (hid/bam).

Berita Lainnya
HUT Tegal Beebopp pa erwin purwakarta 2 ASEP PRESIDEN